Pemerintah Ukir Sejarah Baru: Pupuk Bersubsidi Tersalurkan Tepat Waktu di Awal Tahun

0
503
Foto: Kementan

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah mencatat keberhasilan penting dengan memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan tepat waktu mulai 1 Januari 2025. Langkah ini disambut antusias oleh para petani di seluruh Indonesia, yang telah lama menantikan kebijakan ini.

Keberhasilan tersebut didukung oleh perhatian besar Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian, termasuk melalui penyederhanaan skema penebusan pupuk subsidi dan alokasi yang lebih terencana. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas dukungannya yang signifikan terhadap petani dan sektor pertanian.

Pada tahun 2025, pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 9,5 juta ton sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 644/KPTS/SR.310/M.11/2024. Alokasi ini terdiri atas Urea 4,6 juta ton, NPK 4,2 juta ton, NPK Kakao 147.000 ton, dan Organik 500.000 ton, yang diperuntukkan bagi subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Distribusi pupuk subsidi juga mencakup petani dengan luas lahan maksimal 2 hektare, termasuk mereka yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) atau program Perhutanan Sosial.

Mulai awal tahun, petani di seluruh Indonesia dapat menebus pupuk subsidi di kios resmi dengan harga terjangkau. Proses penebusan pun telah disederhanakan, memungkinkan petani menggunakan KTP tanpa memerlukan kartu tani. Menurut data PT Pupuk Indonesia, penyerapan pupuk subsidi pada masa tanam kali ini menunjukkan peningkatan signifikan, memberikan harapan besar terhadap peningkatan produktivitas pertanian nasional.

Para petani di berbagai daerah, termasuk Ridwan dari Yogyakarta dan Wiyono dari Prambanan, menyampaikan rasa puas atas kemudahan layanan penebusan pupuk subsidi. Ridwan mengapresiasi proses penebusan yang lancar, sementara Wiyono menyebut bahwa fasilitas ini membantu petani memulai musim tanam tanpa kendala.

Pemerintah optimistis langkah ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan penyaluran pupuk yang tepat waktu, petani dapat menghadapi musim tanam dengan optimisme untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan.