Kehangatan dalam Setiap Tegukan Çay

0
716
Çay
Çay. FOTO: VIBIZMEDIA.COM/TOGU HASIHOLAN

(Vibizmedia-Gaya Hidup & Hiburan) Dua tahun yang lalu, tim Vibizmedia.com berkesempatan mengunjungi negara Turki — sebuah perjalanan yang menyisakan kenangan tak terlupakan. Dari beragam pengalaman budaya yang kami temui, ada satu hal sederhana namun begitu bermakna: teh tradisional Turki, atau yang dikenal dengan sebutan Çay.

Çay bukan sekadar minuman. Aromanya yang khas dan rasanya yang lembut namun kuat memberikan sensasi yang menenangkan. Dihidangkan dengan gula dan sesekali irisan lemon, Çay menciptakan harmoni rasa yang menyegarkan — mencerminkan keramahan khas masyarakat Turki.

Bagi warga Turki, Çay adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Ia hadir di setiap sudut — dari toko kecil, kantor pemerintahan, hingga pinggir jalan. Minuman ini menjadi jembatan percakapan, simbol keakraban, dan lambang penghormatan terhadap tamu.

Yang membuatnya lebih istimewa adalah cara penyajiannya: dalam gelas mungil berbentuk tulip, terbuat dari kaca tipis bening, tanpa pegangan, namun tetap nyaman digenggam. Gelas ini tidak hanya estetik, tapi juga sarat makna — menyerupai kelopak bunga yang mekar, simbol dari kehangatan dan keindahan budaya Turki.

Beberapa orang menikmati Çay dengan satu hingga dua sendok teh gula, sementara lainnya memilih menikmatinya tanpa pemanis, demi meresapi rasa asli dari daun teh hitam yang diseduh dengan penuh perhatian.

Tak heran jika teh Çay menjadi lebih dari sekadar minuman — ia adalah warisan budaya, penanda identitas, dan perwujudan kehangatan dalam interaksi sosial masyarakat Turki.