AI Talent Factory: Cetak 12 Juta Talenta Digital Menuju Kedaulatan Teknologi Nasional

0
325

(Vibizmedia – Depok) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah mempersiapkan program unggulan bertajuk AI Talent Factory, sebuah langkah strategis untuk mempercepat terbentuknya ekosistem kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia. Program ini ditargetkan mencetak 12 juta talenta digital sebagai fondasi menuju kedaulatan teknologi nasional.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi besar Asta Cita Presiden Prabowo dalam membangun infrastruktur digital yang tangguh serta mengembangkan sumber daya manusia di bidang teknologi.

“Yang sedang kita dorong adalah kolaborasi antara pemerintah, industri, universitas, hingga komunitas untuk memperkuat pendidikan dan pengembangan talenta digital,” kata Nezar dalam gelaran Datathon 2025 di Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (19/7/2025).

Ia menjelaskan, kebutuhan Indonesia akan talenta digital diperkirakan mencapai 12 juta orang pada 2030. Sementara itu, saat ini baru tersedia sekitar 9,3 juta talenta. Untuk menutup kekurangan tersebut, AI Talent Factory dirancang sebagai pusat pengembangan SDM digital berbasis riset dan industri.

“Program ini akan menjadi hub AI yang menghubungkan digital talent dengan dunia industri, sekaligus mengatasi tantangan nyata di berbagai sektor lewat adopsi AI,” tambahnya.

Talenta yang dilatih akan diarahkan langsung ke proyek-proyek strategis nasional di berbagai sektor prioritas seperti kesehatan, pendidikan, keuangan, hingga pertanian. AI Talent Factory juga akan menjadi kelanjutan dari berbagai program yang telah dijalankan sebelumnya, seperti Digital Talent Scholarship dan Digital Leadership Academy.

Nezar menegaskan, penguatan SDM digital akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional, di mana saat ini Indonesia sudah menyumbang 40 persen terhadap ekonomi digital ASEAN.

Tak hanya menyiapkan talenta, Kemkomdigi juga tengah menyusun kebijakan pendukung ekosistem digital nasional, termasuk pembangunan infrastruktur serta regulasi yang adaptif terhadap kemajuan teknologi AI.

“Pemerintah sedang merumuskan Peta Jalan AI, dan rencananya akan mengusulkan Peraturan Presiden untuk mendorong pemanfaatan teknologi AI lintas sektor,” pungkas Nezar.