(Vibizmedia – IDX Stock) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di zona hijau di awal perdagangan hari ini. Rabu (27/8/2025) pukul 09.07 WIB, IHSG menguat 9,148 poin atau 0,12% ke 7.914,905.
Penguatan IHSG ini ditopang sebagian indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Baku yang naik 0,85% di pagi ini.
Disusul, IDX Sektor Kesehatan, IDX Sektor Infrastruktur dan IDX Sektor Properti dan Real Estate. Selanjutnya, ada IDX Sektor Perindustrian dan IDX Sektor Energi.
Sementara itu, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer menjadi sektoral dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,57%.
Diikuti, IDX Sektor Keuangan, IDX Sektor Barang Konsumen Primer, IDX Sektor Teknologi dan IDX Sektor Transportasi dan Logistik.
Berdasarkan pengamatan ada sebanyak 277 saham naik, 162 turun, dan 522 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 1,19 triliun. Sebanyak 1,71 miliar saham sudah berpindah tangan pagi ini dalam 126.500 kali transaksi.
Tiga emiten yang mengalami kenaikan indeks yang paling tinggi pagi ini adalah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang mengalami kenaikan 4,32%. Lalu PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 2,69% dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) naik 2,57%
Adapun pasar keuangan hari ini dihadapkan pada sejumlah tantangan. Setelah euforia di tengah rebalancing MSCI, investor menunggu katalis baru untuk mendongkrak harga saham di pasar saham Indonesia. Dari pasar mata uang, kembali menguatnya indeks dolar juga menjadi tantangan karena ada potensi pelemahan rupiah.
Kemarin, Selasa (27/8/2025), pasar saham Indonesia mencatat volume dan nilai transaksi yang luar biasa pada perdagangan kemarin. Hal ini terjadi di tengah cut-off date dari rebalancing MSCI edisi Agustus 2025.
Volume transaksi mencapai 56,64 miliar saham yang merupakan rekor tertinggi tahun ini. Asing juga mencatat net buy sangat besar yakni Rp 2,3 triliun, tertinggi sejak 14 Mei 2028. Transaksi saham menembus Rp 45,8 triliun yang juga merupakan rekor tertinggi tahun ini.
Kendati transaksi sangat besar, IHSG tetap ditutup negatif. Risiko inilah yang bisa terulang pada hari ini di mana menjadi hari pemberlakuan efektif rebalancing MSCI. Dengan sudah efektif maka gairah pasar diperkirakan akan menurun sehingga IHSG bisa tertekan.
Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting









