Nusakambangan Berdaya: Warga Binaan Ubah Limbah PLTU Jadi Produk Bernilai Ekonomi

0
196
Di Workshop FABA PLN Nusakambangan, warga binaan Lapas terlihat menyaring limbah FABA sebelum diproses dengan mesin press menjadi berbagai produk konstruksi bernilai tambah. (Foto: PLN)

(Vibizmedia – Nusakambangan) Di balik tembok kokoh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, harapan baru tumbuh bagi warga binaan melalui Program Nusakambangan Berdaya. Program hasil kolaborasi PLN dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) ini membekali narapidana keterampilan mengolah limbah pembakaran batu bara atau fly ash bottom ash (FABA) dari PLTU Adipala menjadi produk bernilai tambah, seperti batako, paving block, roaster, hingga buis beton.

Hasanudin, warga binaan Lapas Terbuka Nusakambangan, mengisahkan antusiasmenya saat pertama kali bergabung. Ia mengikuti pelatihan selama sebulan penuh hingga mampu mengoperasikan mesin press batako. Cerita serupa datang dari Rizal, warga Lapas Nirbaya, yang kini dipercaya sebagai operator mesin. Ia berharap keterampilan tersebut dapat menjadi bekal kemandirian saat kembali ke masyarakat.

Bagi Danang Fitriansyah, program ini menjadi titik balik. Awalnya tanpa keterampilan, kini ia telah mampu memproduksi batako secara mandiri. Ia menyampaikan terima kasih kepada PLN dan Kementerian IMIPAS atas kesempatan yang diberikan.

Kepala Lapas Khusus Kelas II A Karanganyar Nusakambangan, Riko Purnama Candra, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri warga binaan. Saat ini, sebanyak 30 warga binaan telah mengikuti pelatihan yang difasilitasi PLN. Ia berharap program berjalan berkesinambungan sehingga dapat menjadi bekal nyata bagi warga binaan setelah kembali ke keluarga.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa pemanfaatan FABA sebagai produk konstruksi merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Menurutnya, program ini tidak hanya mendukung industri konstruksi, tetapi juga membuka jalan bagi kemandirian ekonomi warga binaan.

“Nusakambangan Berdaya menjadi langkah awal pemberdayaan berkelanjutan. Bersama Kementerian IMIPAS, kami ingin memastikan program ini terus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan harapan bagi masa depan warga binaan,” ujar Darmawan.

Melalui Nusakambangan Berdaya, warga binaan tidak hanya berkontribusi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat konsep ekonomi sirkular yang inklusif dan berkelanjutan.