Industri Komponen Otomotif RI Tertinggal dari Thailand, Penjualan Masih Lebih Baik

0
217
Industri Otomotif
Ilustrasi industri otomotif Indonesia. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Turunnya penjualan mobil di Indonesia berimbas langsung pada industri komponen kendaraan bermotor di dalam negeri. Data terbaru menunjukkan, produksi komponen Indonesia masih tertinggal dibandingkan Thailand yang selama ini menjadi pesaing utama di kawasan.

Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), Rachmat Basuki, mengungkapkan bahwa produksi komponen kendaraan di Indonesia pada 2024 hanya mencapai sekitar 1,1 juta unit. Angka tersebut jauh di bawah Thailand yang mampu memproduksi hingga 1,4 juta unit.

“Kalau dari sisi produksi, kita memang masih kalah. Thailand punya rata-rata 10 tahun terakhir bisa sampai 2 juta unit, sementara Indonesia hanya 1,2 juta unit,” ujar Rachmat dalam pemaparan di Wisma Bisnis Indonesia, Kamis (25/9).

Namun, Indonesia masih lebih unggul dalam hal penjualan. Tahun lalu, penjualan komponen di Tanah Air tercatat 865 ribu unit, melampaui Thailand yang hanya 572 ribu unit.

Rachmat menambahkan, jumlah pemasok (supplier) juga menjadi faktor penting. Thailand saat ini memiliki sekitar 2.800 supplier komponen, sedangkan Indonesia baru 1.550 supplier. “Jelas ini berpengaruh terhadap kapasitas produksi kita,” katanya.

Ia menyoroti masuknya mobil listrik impor utuh (completely built up/CBU) yang semakin mudah ke Indonesia. Kondisi tersebut membuat produsen otomotif tidak lagi membutuhkan pasokan komponen dari dalam negeri.

“Kontribusinya secara emosi ada, tapi secara ekonomi belum ada. Aturannya, tahun depan mobil listrik impor harus diproduksi dengan kandungan lokal 40 persen. Tapi kalau kita lihat, assembling saja sudah 30 persen, jadi lokal content-nya apa? Ini yang harus ditelisik lebih jauh,” ujar Rachmat.

Berikut catatan produksi dan penjualan komponen kendaraan bermotor di ASEAN tahun lalu:

1. Thailand – Produksi: 1,4 juta | Penjualan: 572 ribu

2. Indonesia – Produksi: 1,1 juta | Penjualan: 865 ribu

3. Malaysia – Produksi: 790 ribu | Penjualan: 816 ribu

4. Filipina – Produksi: 126 ribu | Penjualan: 468 ribu

5. Vietnam – Produksi: 175 ribu | Penjualan: 337 ribu

Industri komponen dalam negeri kini dituntut memperkuat daya saing agar tidak semakin tertinggal dari negara tetangga, terlebih di tengah era transisi menuju kendaraan listrik.