Korban Tewas Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Terus Bertambah: Puluhan Ribu Warga Mengungsi

0
79
Banjir
Banjir yang melanda Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Jumat, 28 November 2025. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini penanganan bencana hidrometeorologi basah yang melanda sejumlah wilayah Indonesia sejak Sabtu (29/11) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (30/11) pukul 07.00 WIB. Berbagai kejadian banjir, longsor, dan cuaca ekstrem terjadi secara beruntun di Nusa Tenggara Barat, Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.

Bima, NTB: 294 Rumah Terendam, Warga Tak Sempat Selamatkan Harta Benda

Hujan lebat disertai kilat dan angin kencang mengguyur Kabupaten Bima, NTB pada Jumat siang (28/11). Debit air dari perbukitan meningkat drastis dan memicu luapan sungai di Desa Pandai, Kecamatan Woha.

Sebanyak 294 kepala keluarga terdampak dan 294 rumah terendam. Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka saat arus air tiba-tiba masuk ke permukiman.

BPBD Kabupaten Bima telah melakukan kaji cepat, pendataan, serta penyaluran bantuan darurat sambil berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait.

Asahan, Sumatera Utara: 453 Jiwa Mengungsi, Tujuh Kecamatan Terendam

Hujan panjang sejak Kamis (27/11) dini hari hingga sore hari menyebabkan banjir di tujuh kecamatan di Kabupaten Asahan, antara lain Kecamatan Sei Dadap, Rawang Panca Arga, Kota Kisaran Timur, dan Setia Janji.

Sebanyak 242 KK atau 453 jiwa terpaksa mengungsi. Kerusakan material masih dalam pendataan.

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari (27 November – 10 Desember 2025). Beberapa wilayah mulai mengalami surut, namun penanganan dan pemulihan terus dilakukan.

Data BNPB per Sabtu (29/11) pukul 17.40 WIB menunjukkan eskalasi signifikan dampak korban dan kerusakan.

– Aceh: 47 Tewas, 51 Hilang, 44 Ribu Lebih Warga Mengungsi

Aceh menjadi salah satu daerah terdampak paling berat. BNPB mencatat:

– 47 meninggal dunia

– 51 hilang

– 8 luka-luka

Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara menjadi wilayah dengan korban terbanyak. Kabupaten Aceh Utara mencatat gelombang pengungsian terbesar, 44.350 jiwa mengungsi akibat banjir di 19 kecamatan.

Bantuan logistik besar telah digelontorkan dari Lanud Sultan Iskandar Muda, meliputi:

– 500 dus mi instan

– 28 unit Starlink

– 28 genset

– Perahu karet dan tenda pengungsi

– Paket makanan keluarga (Eprokal dan Naraga)

– Bantuan diprioritaskan ke wilayah terdampak berat seperti Pidie Jaya, Bireun, Pidie, dan Aceh Barat.

– Sumatra Utara: 166 Meninggal, 143 Hilang — Kerusakan Terpusat di Pantai Barat

Korban jiwa di Sumatra Utara meningkat tajam:

– 166 meninggal dunia

– 143 hilang

Dampak terparah terjadi di:

– Tapanuli Selatan: 46 tewas, 52 hilang

– Kota Sibolga: 46 tewas, 33 hilang

– Tapanuli Tengah: 35 tewas, 54 hilang (akses jalan terputus, listrik padam, komunikasi lumpuh)

Banjir juga melanda wilayah perkotaan seperti Medan, Binjai, dan Tebing Tinggi, menggenangi ribuan rumah.

BNPB telah mengirim bantuan dalam tiga gelombang, termasuk Starlink, light tower untuk pencarian malam hari, chainsaw, tenda, genset, makanan siap saji, hingga kantong jenazah.

– Sumatra Barat: 90 Tewas, 85 Hilang — Agam Paling Parah

– Sumatra Barat turut mengalami dampak bencana paling masif, dengan:

– 90 korban meninggal

– 85 hilang

– 10 luka-luka

Kabupaten Agam mencatat korban tertinggi:

– 74 meninggal dan 78 hilang.

Dampak tersebar hingga Padang Panjang, Kota Padang, Tanah Datar, Pasaman Barat, Solok, dan Mentawai.

Kerusakan terbesar di sektor permukiman terjadi di Pesisir Selatan, dengan:

– 11.650 rumah terendam

– Hampir 50.000 jiwa terdampak

– Di Kota Padang, lebih dari 18.000 jiwa terpaksa mengungsi.

Bantuan tahap 1 dan 2 sudah didistribusikan, mencakup sembako, makanan siap saji, selimut, kasur lipat, serta hygiene kit. Polda Sumbar juga menurunkan chainsaw dan genset untuk evakuasi dan pembersihan. Kota Padang dijadikan pusat distribusi logistik tambahan.

BNPB menegaskan bahwa distribusi logistik, koordinasi lintas instansi, dan operasi pencarian korban terus dilakukan tanpa henti. Sejumlah daerah prioritas masih menghadapi kendala besar berupa akses jalan yang terputus, kerusakan jembatan, hingga padamnya listrik dan komunikasi. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.