Kemenperin Dorong Industri Kreatif Jadi Pilar Daya Saing Global Lewat M Bloc Design Week 2025

0
204
Industri kreatif
Pemerintah siapkan program bantuan insentif pemerintah dengan anggaran sebesar Rp 24 miliar bagi pelaku industri subsektor ekonomi kreatif. FOTO: KEMENPAREKRAF

(Vibizmedia-Nasional) Industri kreatif terus didorong menjadi salah satu pilar strategis perekonomian nasional karena kontribusinya yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah, serta penguatan identitas budaya Indonesia. Pemerintah menilai sektor ini berperan penting dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“Industri kreatif adalah ruang pertumbuhan yang sangat dinamis, digerakkan oleh kreativitas anak muda, inovasi teknologi, dan kekayaan budaya lokal,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (14/12).

Agus menegaskan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen membuka lebih banyak ruang kolaborasi untuk memperkuat kapasitas pelaku industri kreatif. Berbagai aktivitas seperti workshop, kompetisi desain, inkubasi bisnis, hingga pameran berskala nasional dan internasional akan terus difasilitasi. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden serta strategi pengembangan industri yang inklusif dan berkelanjutan melalui Sistem Berbasis Industri Nasional (SBIN).

Sebagai wujud komitmen tersebut, Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) berpartisipasi dalam M Bloc Design Week (MBDW) 2025 yang digelar pada 7 November 2025 di Uma Seminyak, Bali. Pada ajang ini, BPIFK menampilkan karya para finalis Indonesia Fashion and Craft Award (IFCA) sekaligus menyelenggarakan workshop kreatif untuk memperluas wawasan dan keterampilan generasi muda.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, Indonesia tengah berada pada momentum bonus demografi yang sangat menentukan arah pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045. “Momentum ini memberi peluang besar untuk melahirkan generasi inovatif dan kreatif yang menjadi motor penggerak industri nasional,” ujarnya.

Menurut Reni, industri kreatif yang banyak digerakkan oleh generasi muda perlu terus dimaksimalkan potensinya. Kepedulian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan kian menguat, tercermin dari semakin banyaknya unit usaha kreatif yang mengusung konsep sustainable design.

Mengusung tema “Movement & Mobility”, BPIFK pada MBDW 2025 menyelenggarakan dua workshop kreatif yang terbuka bagi pelaku IKM, mahasiswa Institut Design Bali (IDB), serta masyarakat umum, yakni “Workshop Making Ecoprint” dan “Workshop Design Thinking Fundamentals”.

Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto menjelaskan, teknik ecoprinting steam yang diperkenalkan memanfaatkan pigmen alami dari daun dan bunga untuk menghasilkan motif organik yang ramah lingkungan. Peserta diajak memahami pemilihan bahan, karakter kain, proses mordanting, penyusunan motif, hingga teknik pengukusan agar menghasilkan pola yang alami, estetis, dan tahan lama.

“Ini mencerminkan komitmen BPIFK terhadap praktik produksi yang berkelanjutan,” kata Dickie. Ia menambahkan, BPIFK ingin menumbuhkan karya generasi muda yang tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasar.

Sementara itu, workshop “Design Thinking Fundamentals” membekali peserta dengan pendekatan human-centered design melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test, agar mampu menghasilkan solusi inovatif yang berakar pada kebutuhan manusia dan konteks sosial.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berwirausaha peserta, sehingga semakin banyak lahir wirausaha baru di bidang fesyen dan kriya yang mengusung nilai keberlanjutan serta memperkuat ekosistem industri kreatif di Bali,” tutup Dicki.