BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Daerah

0
53
Tanah Longsor
Tanah longsor yang terjadi di area Perhutani Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah Minggu, 25 Januari 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana yang terjadi pada periode 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 26 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Memasuki akhir Januari 2026, kejadian bencana di Indonesia masih didominasi oleh fenomena hidrometeorologi basah yang melanda sejumlah wilayah.

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, angin kencang melanda Kabupaten Lombok Tengah pada Minggu (24/1/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Peristiwa tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang disertai angin kencang dan terjadi di Kecamatan Pringgarata, Batukliang Utara, Praya, dan Pujut.

Akibat kejadian tersebut, delapan kepala keluarga serta satu fasilitas pendidikan dilaporkan terdampak. BPBD Kabupaten Lombok Tengah telah melakukan asesmen di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan.

Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan banjir di Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu (25/1/2026) pukul 15.00 WITA. BNPB mencatat sebanyak 21 kepala keluarga terdampak, 13 kepala keluarga mengungsi, serta 21 unit rumah mengalami dampak akibat banjir tersebut.

BPBD Kabupaten Lombok Barat bersama pemerintah desa dan kecamatan setempat telah melakukan koordinasi dan penanganan darurat bagi warga terdampak.

Di Provinsi Jawa Tengah, tanah longsor terjadi di Kabupaten Pemalang pada Minggu (25/1/2026) pukul 06.00 WIB. Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi serta kondisi tanah yang labil di kawasan Perhutani Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul.

Berdasarkan laporan yang diterima BNPB, dua orang warga dilaporkan masih dalam pencarian. BPBD Kabupaten Pemalang bersama lintas instansi dan relawan terus melakukan upaya pencarian. Namun, proses tersebut terkendala cuaca buruk dan kondisi lokasi yang masih berpotensi terjadi longsor susulan.

Beralih ke Provinsi Kalimantan Barat, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Ketapang pada Minggu (25/1/2026) pukul 14.00 WIB. Karhutla dilaporkan terjadi di empat desa yang berada di tiga kecamatan, yakni Desa Sungai Awan (Kecamatan Muara Pawan), Desa Kuala dan Desa Kuala Satong (Kecamatan Matan Hilir Utara), serta Desa Sungai Nanjung (Kecamatan Matan Hilir Selatan).

BNPB mencatat luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 14,3 hektare. BPBD Kabupaten Ketapang bersama instansi terkait terus melakukan upaya pemadaman dan koordinasi intensif guna mencegah meluasnya sebaran api.

Prakiraan Cuaca dan Imbauan Kesiapsiagaan

BNPB juga mengingatkan bahwa hingga Kamis (29/1), kondisi cuaca di Indonesia masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat perlu diwaspadai di wilayah Aceh, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua.

Sementara itu, hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Papua Pegunungan.

Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dan angin kencang. Masyarakat diminta menjauhi area berisiko seperti pohon, papan reklame, dan bangunan rapuh yang berpotensi roboh atau tumbang.

Bagi warga yang tinggal di wilayah lereng atau perbukitan, BNPB mengimbau agar segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam. Pemerintah daerah juga diminta untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama puncak musim hujan.