CKG 2026 Diperluas, Pemerintah Gandeng Ekonomi Kreatif untuk Kampanye Kesehatan

0
62

Pemerintah terus mematangkan pengembangan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan nasional yang inklusif. Dalam proses tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong keterlibatan subsektor ekonomi kreatif untuk memperluas sosialisasi sekaligus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.

Upaya penguatan CKG dibahas dalam rapat koordinasi di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, yang dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari kolaborasi perdana kedua kementerian dalam pelaksanaan CKG yang sebelumnya digelar di Agora Mall, Jakarta, pada 1–3 Desember 2025.

“Melalui CKG, kami ingin menunjukkan bahwa cukup dengan KTP, masyarakat sudah dapat mengakses layanan kesehatan gratis yang bermakna,” ujar Irene Umar dalam keterangan tertulis, Kamis (22/1/2026).

Irene menegaskan, ke depan CKG tidak hanya diposisikan sebagai layanan kesehatan dasar, tetapi juga sebagai pengalaman publik yang inklusif, tertata, dan berdampak. Program ini dinilai relevan bagi pelaku dan pekerja ekonomi kreatif yang selama ini belum sepenuhnya memiliki akses layanan kesehatan yang memadai.

Dalam pengembangannya, Kemenekraf mendorong penyempurnaan alur layanan, standar penyambutan peserta, hingga pengalaman menunggu agar lebih efisien dan nyaman. Pelibatan UMKM juga dirancang melalui penyediaan merchandise, sementara komunikasi publik diperkuat lewat materi visual, gim edukatif, serta pemanfaatan intellectual property (IP) lokal sebagai maskot sosialisasi kesehatan.

Dari sisi lokasi, ruang publik strategis seperti pusat perbelanjaan akan dioptimalkan sebagai titik pelaksanaan CKG. Selain itu, kampus dan komunitas turut dilibatkan sebagai kanal sosialisasi dan pendaftaran peserta, dengan dukungan promosi melalui berbagai jejaring media, termasuk radio dan media komunitas.

Sementara itu, Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menjelaskan bahwa pelaksanaan CKG berada dalam koordinasi dinas kesehatan daerah dengan puskesmas sebagai ujung tombak layanan. Kolaborasi dengan sektor ekonomi kreatif dinilai strategis untuk memperluas jangkauan kampanye kesehatan agar lebih dekat dengan masyarakat.

“Penguatan puskesmas berbasis wilayah memungkinkan CKG menjangkau berbagai ekosistem, termasuk komunitas dan home industry. Keterlibatan ekonomi kreatif juga mendukung kampanye perubahan perilaku kesehatan yang lebih inovatif dan menyenangkan,” ujar Dante.

Kedua kementerian sepakat menjadikan pengembangan CKG sebagai model kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan layanan kesehatan dengan kreativitas. Melalui pendekatan ini, CKG diharapkan tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth dalam mendukung Asta Cita Presiden, khususnya pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.