Kemenperin Perkuat Industri Fesyen Nasional Lewat Sentra IKM Seri Kuala Lobam di Bintan

0
61
Industri fesyen
Ilustrasi industri fesyen. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri fesyen nasional, khususnya skala kecil dan menengah, agar potensi pasar dalam negeri dapat dimaksimalkan oleh pelaku usaha nasional. Upaya ini dilakukan melalui berbagai langkah strategis yang dijalankan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA).

Berbagai program telah dilaksanakan, mulai dari bimbingan teknis, fasilitasi mesin dan peralatan, sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), hingga pengembangan sentra industri kecil dan menengah (IKM) melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) yang melibatkan pemerintah daerah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa peresmian Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri fesyen nasional berbasis potensi daerah.

Menurutnya, pengembangan sentra IKM memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, serta daya saing pelaku industri kecil dan menengah, baik untuk memenuhi pasar domestik maupun menembus pasar internasional.

“Kami terus mendorong penguatan sentra-sentra IKM sebagai pusat pertumbuhan industri di daerah yang berkelanjutan, sekaligus sebagai sarana peningkatan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Menperin dalam keterangannya, Selasa (27/1).

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan bahwa Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam dirancang sebagai pusat produksi strategis guna memperkuat daya saing IKM fesyen Indonesia. Ia juga mengapresiasi sinergi antara Kemenperin, Pemerintah Kabupaten Bintan, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam pengembangan sentra tersebut.

“Sentra ini kami dorong sebagai rumah produksi bersama sekaligus wahana peningkatan kapasitas pelaku IKM, mulai dari akses fasilitas produksi, pelatihan teknis, hingga penguatan manajemen usaha,” kata Reni saat peresmian sentra tersebut di Kabupaten Bintan, Rabu (21/1).

Reni menambahkan, industri fesyen memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Saat ini terdapat sekitar 590 ribu unit usaha IKM pakaian jadi yang menyerap sekitar 1,2 juta tenaga kerja. Oleh karena itu, pengembangan sentra IKM dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat struktur industri nasional.

Dukungan pengembangan Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam dilaksanakan melalui DAK fisik tahun anggaran 2024 dan 2025, serta DAK nonfisik tahun anggaran 2025 untuk memperkuat kapasitas kelembagaan pengelola sentra.

Sentra ini memiliki sejumlah keunggulan kompetitif, antara lain fasilitas produksi modern, lokasi strategis, serta berada di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Kuala Lobam yang memberikan fasilitas bea ekspor dan impor nol persen. Selain itu, kedekatan geografis dengan negara tujuan ekspor utama seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina turut mendukung efisiensi biaya logistik.

Acara peresmian sentra turut dihadiri Wakil Bupati Bintan Deby Maryanti, Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan Fiven Sumanti, serta jajaran pimpinan daerah. Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Ditjen IKMA, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa meskipun baru diresmikan, sentra ini telah menunjukkan kinerja yang baik dengan skor 4 dari 5 pada triwulan IV 2025 karena telah beroperasi secara rutin.

“Ke depan, kami berharap sentra ini dapat menjadi penghubung pelaku IKM ke dalam rantai pasok industri besar di kawasan industri serta mendorong kemitraan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” tutup Budi.