KSSK Nilai Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan IV 2025 Tetap Terjaga

0
56
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua dari kiri) bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua dari kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar (kiri), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu (kanan) bersiap menyampaikan hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2026 di Gedung Juanda Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). KSSK menilai kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan pada kuartal IV 2025 tetap terjaga, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan antarotoritas. (Foto: Info Publik)

(Vibizmedia – Jakarta) Stabilitas sistem keuangan pada triwulan IV 2025 dinilai berada dalam kondisi baik dan tetap terkendali. Penilaian tersebut merupakan hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua KSSK menyampaikan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sistem keuangan pada triwulan IV 2025 tetap terjaga berkat koordinasi serta sinergi kebijakan antarotoritas. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

“Hasil asesmen KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sistem keuangan pada triwulan IV 2025 berada dalam kondisi terjaga, didukung oleh koordinasi dan sinergi kebijakan antarotoritas,” ujar Purbaya.

KSSK menegaskan akan terus mencermati perkembangan perekonomian dan sektor keuangan secara forward looking di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut. Secara paralel, KSSK juga melakukan upaya mitigasi risiko secara terkoordinasi, baik antaranggota KSSK maupun bersama pemerintah dan lembaga terkait lainnya.

Dari sisi global, dinamika ekonomi pada triwulan IV 2025 masih dipengaruhi oleh ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China, serta kebijakan pelonggaran moneter yang lebih agresif dari Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve).

Perlambatan aktivitas ekonomi Amerika Serikat dan pelemahan pasar tenaga kerja mendorong The Fed memangkas Fed Funds Rate (FFR) sebesar 50 basis poin pada triwulan IV 2025 ke kisaran 3,50–3,75 persen. Pemangkasan lanjutan diharapkan dapat menopang pemulihan ekonomi global serta meningkatkan aliran modal ke negara berkembang.

Sementara itu, perekonomian domestik menunjukkan kinerja yang tetap solid dan diperkirakan mampu menjaga momentum pertumbuhan ke depan. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 diproyeksikan lebih tinggi, didukung oleh peningkatan permintaan domestik seiring membaiknya kepercayaan pelaku ekonomi serta stimulus dari kebijakan fiskal dan moneter.

“Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 diperkirakan lebih tinggi, ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi yang didukung oleh stimulus kebijakan fiskal dan moneter,” jelas Purbaya.

Sejumlah indikator ekonomi juga menunjukkan perbaikan. Pada triwulan IV 2025, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur berada di zona ekspansi, indeks penjualan riil tumbuh positif, dan neraca perdagangan mencatatkan surplus.

Likuiditas perekonomian turut menguat seiring pertumbuhan uang primer (M0) sebesar 11,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025. Kondisi tersebut didukung oleh ekspansi likuiditas Bank Indonesia dan stimulus fiskal pemerintah pada akhir tahun, serta penempatan kredit perbankan.

Adapun pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tercatat sebesar 9,6 persen yoy, sejalan dengan perkembangan penyaluran kredit.

“Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 diperkirakan berada di kisaran 5,2 persen,” pungkas Purbaya.