Enam Jembatan Pascabencana di Agam Resmi Beroperasi, Akses Warga Kembali Terhub

0
53

Pemulihan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Agam terus menunjukkan kemajuan signifikan. Enam jembatan Bailey dan Armco yang dibangun untuk memulihkan akses wilayah terdampak kini resmi dioperasikan, membuka kembali jalur mobilitas masyarakat serta mempercepat pemulihan layanan publik dan aktivitas ekonomi warga.

Peresmian jembatan dipusatkan di Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, pada Rabu (28/1/2026). Dengan beroperasinya enam jembatan tersebut, total jembatan pascabencana yang telah selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat di Kabupaten Agam kini berjumlah tujuh unit, termasuk satu jembatan Armco di Kecamatan Malalak yang lebih dahulu rampung.

Enam jembatan baru tersebut tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Tanjung Raya dibangun satu jembatan Bailey dan tiga jembatan Armco, Kecamatan Matur satu jembatan Bailey, serta Kecamatan Canduang satu jembatan Bailey. Seluruhnya menjadi akses vital yang sebelumnya terputus akibat bencana.

Kasdam XX/Tanjungpura Brigjen TNI Heri Prakosa Ponco Wibowo yang meresmikan jembatan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan keselamatan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Ini menjawab arahan Bapak Presiden bahwa negara harus hadir untuk rakyat. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri. Pemulihan infrastruktur, termasuk jembatan, adalah fondasi agar kehidupan warga kembali normal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tersambungnya kembali akses transportasi akan memperlancar berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian, kegiatan perdagangan, hingga mobilitas pendidikan dan layanan kesehatan. Ke depan, pemerintah juga akan menangani sejumlah titik infrastruktur lain secara bertahap, termasuk fasilitas pendidikan.

“Dengan akses yang kembali terbuka, roda perekonomian dapat bergerak lagi. Dampak bencana diharapkan bisa segera teratasi,” tambahnya.

Kasdam juga mengapresiasi kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang memungkinkan percepatan pembangunan jembatan di tengah keterbatasan pascabencana.

Sementara itu, Bupati Agam yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Lutfi, menekankan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar membangun struktur fisik, melainkan simbol kebangkitan dan harapan masyarakat.

“Jembatan ini kembali menghubungkan kehidupan warga. Anak-anak bisa kembali bersekolah, petani dan pedagang mengangkut hasil usaha, serta layanan kesehatan menjangkau masyarakat tanpa hambatan. Akses ini sangat dibutuhkan untuk bangkit,” tuturnya.

Sekdakab Agam menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat atas kerja cepat dan koordinasi solid dalam percepatan pembangunan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun, sebagai aset bersama sekaligus simbol perjuangan kolektif melewati masa sulit pascabencana.

Dengan terbukanya kembali akses penghubung antarwilayah, Pemerintah Kabupaten Agam berharap pemulihan ekonomi masyarakat dapat berlangsung lebih cepat, kehidupan sosial kembali normal, dan semangat kebangkitan warga semakin menguat.