Kemkomdigi Gandeng Canva, Sediakan 8.000 Akun Pro Gratis untuk Kreator dan UMKM

0
91
Melalui kerja sama antara Kemkomdigi dan Canva, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid berharap ekosistem kreator desain di Indonesia semakin kuat, pertumbuhan UMKM digital terus terdorong, serta Indonesia tetap menjadi motor utama ekonomi digital di kawasan. (Foto: Kemkomdigi)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membuka akses alat produksi digital bagi talenta kreatif dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menyediakan 8.000 akun Canva Pro gratis. Inisiatif ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat keterampilan desain, literasi digital, serta meningkatkan daya saing ekonomi kreatif nasional.

Program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara Kemkomdigi dan Canva yang ditandai melalui kegiatan *Canva Hangout feat Komdigi: Bikin Ide Digital Makin Nyata* di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini dan menegaskan bahwa kolaborasi Kemkomdigi dan Canva akan terus dikembangkan ke depan.

“Saya mengucapkan selamat atas kerja sama yang kita laksanakan hari ini. Ini baru langkah awal dan ke depan akan terus diperluas agar semakin banyak individu dan komunitas yang dapat terlibat serta merasakan manfaatnya,” ujar Meutya.

Meutya juga mengapresiasi capaian global Canva yang mencatat lahirnya satu miliar desain baru sepanjang 2025. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan besarnya potensi ekonomi kreatif berbasis desain digital, termasuk kontribusi signifikan dari para kreator Indonesia.

“Kami cukup terharu mendengar laporan bahwa pada 2025 terdapat satu miliar desain baru yang lahir dari Canva. Semoga semakin banyak kreator Indonesia yang turut berkontribusi dalam capaian besar tersebut,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sektor ekonomi kreatif saat ini berkontribusi sekitar 7–8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan nilai mencapai kurang lebih Rp1.600 triliun per tahun, serta menyerap lebih dari 50 juta tenaga kerja.

Sementara itu, ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat dengan nilai mencapai USD 90 miliar pada 2024 dan diproyeksikan melonjak hingga USD 360 miliar pada 2030. Proyeksi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain utama ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

“Pertumbuhan ini didorong oleh e-commerce, layanan keuangan digital, transportasi berbasis aplikasi, serta meningkatnya adopsi teknologi digital oleh UMKM yang berkontribusi sekitar 60 persen terhadap PDB nasional,” jelas Meutya.

Ia menegaskan, keterampilan desain dan pembuatan konten digital kini menjadi kebutuhan sehari-hari bagi pelaku UMKM.

“Bagi UMKM, keterampilan kreatif dan desain digital bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan utama untuk mendesain, memasarkan, dan menjual produk,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, Kemkomdigi dan Canva berharap dapat memperkuat ekosistem kreator desain di Indonesia, mendorong pertumbuhan UMKM berbasis digital, serta memastikan Indonesia terus menjadi motor penggerak ekonomi digital di kawasan.