
(Vibizmedia – Solo) Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI melalui penyediaan hunian yang layak. Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan rumah susun (rusun) bagi prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Solo, Jawa Tengah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pembangunan rusun tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun ini untuk menjawab kebutuhan rumah dinas prajurit TNI AD, khususnya Kopassus. “Hari ini kami membahas persiapan pembangunan rusun bagi prajurit TNI AD, khususnya Kopassus di Solo, yang direncanakan mulai tahun ini. Hal ini sesuai aspirasi yang disampaikan dan telah saya diskusikan bersama Panglima TNI,” ujar Maruarar dalam keterangannya usai pertemuan dengan Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi beserta jajaran di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, pembangunan hunian tersebut akan disinergikan dengan sejumlah program perumahan nasional, seperti Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), guna mendorong pembiayaan yang berkelanjutan serta memperkuat semangat gotong royong dalam penyediaan rumah layak.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan prajurit memiliki tempat tinggal yang memadai, sehingga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab negara secara optimal.
Sementara itu, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi mengungkapkan bahwa hingga kini masih terdapat kekurangan rumah dinas bagi prajurit Kopassus di wilayah Solo. “Di Solo masih kekurangan sekitar 67 unit rumah. Karena itu, kami mendapat dukungan untuk membangun satu tower delapan lantai agar kebutuhan hunian prajurit dapat terpenuhi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan rusun akan difokuskan pada satu tower setinggi delapan lantai sebagai solusi yang lebih efisien dalam memenuhi kebutuhan perumahan prajurit di kawasan tersebut.
Proyek pembangunan rusun Kopassus ini akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pada tahap awal, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp13 miliar untuk pembangunan tiga lantai pertama. Selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears contract).
Pembangunan rusun ini diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI sekaligus mendukung profesionalisme dan kesiapsiagaan pertahanan negara.








