Film Na Willa Usung Literasi dan Inklusivitas, Dapat Dukungan Kementerian Ekraf

0
66
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan dukungan penuh terhadap film Na Willa yang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada Lebaran 2026. Dukungan tersebut dibahas dalam pertemuan bersama Visinema guna merancang kolaborasi serta aktivasi promosi film.

“Kementerian Ekraf siap mendukung Na Willa melalui berbagai aktivasi promosi, seperti konten cerita masa kecil, instalasi di Lapangan Banteng, hingga penyediaan Kids Corner di sejumlah titik publik seperti bandara dan stasiun. Ini menunjukkan bahwa karya kreatif dapat menjadi medium kuat untuk mendorong literasi sekaligus menghadirkan ruang belajar inklusif bagi anak dan keluarga,” ujar Wamen Ekraf Irene saat menerima audiensi Visinema di Autograph Tower, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Film adaptasi novel karya Reda Gaudiamo ini dinilai memiliki potensi besar dalam merayakan identitas anak melalui kolaborasi konten digital maupun aktivitas fisik, baik menjelang perayaan Imlek Nasional maupun menuju Lebaran 2026. Sebelumnya, Kementerian Ekraf juga telah mendukung film Jumbo sebagai bagian dari penguatan ekosistem perfilman nasional.

“Inklusivitas tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi harus menjadi pengalaman kreatif di ruang publik. Film bukan hanya tontonan di layar, melainkan juga ruang interaksi yang menggerakkan ekosistem kreatif dan partisipasi masyarakat,” tambah Irene, didampingi Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekraf Doni Setiawan.

Na Willa mengisahkan seorang anak perempuan berusia enam tahun yang memiliki mimpi besar. Berlatar Surabaya era 1960-an, film ini mengikuti petualangan Na Willa bersama teman-temannya di Gang Krembangan. Melalui sudut pandang polos dan penuh rasa ingin tahu, penonton diajak menyelami dinamika keluarga multikultural—ayah keturunan Tionghoa dan ibu asal NTT—serta makna kebersamaan dalam keluarga.

Kisah yang dihadirkan dari perspektif anak diyakini mampu memperkuat literasi sekaligus membuka ruang sinergi antar pelaku ekosistem kreatif melalui pemanfaatan ruang publik yang edukatif.

“Konten anak yang dapat dinikmati seluruh keluarga masih sangat minim di Indonesia. Kami berharap karakter dan cerita Na Willa  dapat menjadi teman tumbuh bagi anak dan keluarga Indonesia. Film ini bisa menjadi ruang diskusi dalam keluarga, mendorong orang tua mengajak anak lebih gemar membaca dan menikmati karya tulis. Kami percaya cerita anak sama pentingnya dengan kisah orang dewasa,” ujar Chief Content Officer Visinema Studios sekaligus produser Na Willa, Anggia Kharisma.

Sebagai bagian dari kampanye, Na Willa juga akan menggelar roadshow bus “Kamar Na Willa” ke sejumlah kota, menghadirkan perpustakaan berjalan bertajuk “Kelana Aksara”, serta melakukan aktivasi di transportasi publik dan taman kota. Film ini membawa misi literasi dan penguatan nilai emosional anak serta orang tua melalui pengalaman membaca dan menulis.

“Ibu Wamen Irene selalu mendukung karya anak bangsa, sejalan dengan tujuan utama Na Willa dalam mendorong literasi anak. Kami ingin menjaga IP lokal Indonesia dan membangun kolaborasi berkelanjutan. Nantikan Na Willa di bioskop pada Lebaran 2026 dan rasakan serunya kembali menjadi anak-anak,” tutup Anggia.

Audiensi tersebut juga dihadiri Head of Corporate Affairs Visinema Group Dewinta Hutagaol, Produser Na Willa Novia Puspasari, Business Development Lead Ria Imelda, serta Marketing Lead Iqbal.