BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi Dominasi Kejadian 11–12 Februari 2026

0
77
Genangan air
Genangan air masih terlihat di sejumlah wilayah terdampak akibat hujan berintensitas tinggi sejak Selasa, 10 Februari 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada periode 11 hingga 12 Februari 2026. Pada rentang waktu tersebut, bencana didominasi oleh kejadian hidrometeorologi basah yang dipicu hujan berintensitas tinggi dan cuaca ekstrem di berbagai wilayah.

Salah satu kejadian tercatat di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berupa angin kencang yang terjadi pada Rabu (11/2) sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang menimpa rumah warga, serta merusak atap rumah berbahan seng.

Peristiwa ini berdampak pada tiga kecamatan, yakni Purwokerto Selatan (Kelurahan Berkoh), Purwokerto Timur (Kelurahan Mersi), dan Kembaran (Desa Ledug). Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mencatat 30 kepala keluarga terdampak dengan tingkat kerusakan rumah yang bervariasi. BPBD setempat telah melakukan kaji cepat, pembersihan material pohon tumbang, serta berkoordinasi dengan berbagai unsur, termasuk kelurahan, satgas linmas, SPPG, STIE, dan PLN. Sebagian rumah warga masih dalam tahap perbaikan, sementara pemulihan jaringan listrik terus diupayakan.

Selain itu, banjir juga melanda Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (11/2) sekitar pukul 20.10 WIB. Hujan deras menyebabkan Sungai Cilutung meluap dan menggenangi permukiman di Kecamatan Tomo, meliputi Desa Darmawangi, Marongge, dan Tolengas. Sekitar 370 kepala keluarga terdampak dengan perkiraan 370 unit rumah tergenang. BPBD Sumedang bersama TNI, Polri, PMI, dan pemerintah setempat melakukan evakuasi serta pendataan. Per Kamis (12/2) pukul 01.30 WIB, air dilaporkan berangsur surut dan akses jalan utama sudah dapat dilalui kendaraan.

Kejadian banjir juga dilaporkan di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (11/2) pukul 16.06 WIB. Luapan air dari anak kali akibat hujan lebat membawa lumpur dan bebatuan yang menutup satu ruas jalan serta menyeret satu unit kendaraan roda empat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. BPBD Bogor bersama aparat setempat telah melakukan pendataan dan pembersihan material. Kendaraan yang terbawa arus berhasil dievakuasi dan akses jalan sedang dipulihkan.

Sementara itu, perkembangan banjir di Kabupaten Kendal menunjukkan tren penurunan debit air. Hingga Rabu (11/2) pukul 09.00 WIB, sejumlah wilayah telah surut, meski beberapa desa masih tergenang dengan ketinggian air yang bervariasi. Banjir yang terjadi sejak Selasa (10/2) pukul 19.00 WIB berdampak pada empat kecamatan dan 11 desa, dengan sekitar 1.430 kepala keluarga dan 1.300 rumah terdampak.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana hidrometeorologi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan membersihkan saluran air, memastikan kondisi rumah aman, menjauhi aliran sungai saat debit meningkat, serta segera melapor kepada aparat setempat jika terjadi tanda-tanda bahaya. Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat koordinasi dan mempercepat distribusi bantuan hingga kondisi benar-benar pulih.