Kemendag Percepat Pemulihan Perdagangan Pascabencana di Aceh, Sumbar dan Sumut

0
65
Mendag Busan dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatra Utara, dan Provinsi Sumatra Barat (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Nasional) Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sektor perdagangan pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Langkah ini bertujuan memastikan kelangsungan aktivitas perdagangan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi di daerah terdampak.

Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Rabu (11/2), Mendag menyampaikan bahwa pemulihan sarana perdagangan menunjukkan tren positif, khususnya pada pasar rakyat. Dari 166 pasar rakyat dan 4.952 pedagang yang terdampak, sekitar 90 persen atau 149 pasar telah kembali beroperasi. Sisanya masih dalam proses percepatan pemulihan, mayoritas berada di Aceh.

Kemendag juga bersinergi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam pembersihan serta penataan kembali pasar. Salah satunya melalui aksi bersih di Pasar Kuala Simpang, Aceh Tamiang, akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, serta penyaluran 100 unit tenda sebagai fasilitas sementara bagi pedagang. Untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga, Kemendag berkoordinasi dengan ID FOOD, BULOG, dan pelaku usaha guna memastikan distribusi barang kebutuhan pokok tetap lancar di wilayah terdampak.

Pada sektor ritel modern, pemulihan juga berlangsung cepat. Dari 274 gerai swalayan yang terdampak di Aceh dan Sumatra Utara, sebanyak 259 gerai atau 95 persen telah kembali beroperasi normal. Seluruh gerai ditargetkan pulih paling lambat akhir Februari 2026. Dari sisi harga, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Januari–Februari 2026 menunjukkan tren penurunan dibanding Desember 2025, seiring normalnya aktivitas logistik.

Di tengah dampak bencana, kinerja ekspor daerah terdampak tetap menunjukkan ketahanan. Ekspor Aceh pada November 2025 tercatat USD 58,28 juta atau tumbuh 20,16 persen (MoM), dan kembali meningkat pada Desember 2025 menjadi USD 59,69 juta atau naik 2,42 persen. Sumatra Barat mencatat pertumbuhan ekspor tahunan kuat, dari USD 2,18 miliar pada 2024 menjadi USD 2,78 miliar pada 2025 atau tumbuh 27,64 persen (YoY). Meski sempat turun tajam pada November 2025 akibat bencana, ekspor kembali melonjak pada Desember 2025 sebesar 174,15 persen (MoM).

Sumatra Utara juga mencatat peningkatan ekspor dari USD 10,66 miliar pada 2024 menjadi USD 12,56 miliar pada 2025 atau tumbuh 17,84 persen (YoY). Setelah tertekan 25,98 persen pada November 2025, ekspor kembali pulih pada Desember dengan pertumbuhan 18,89 persen.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan arahan Presiden agar kementerian dan lembaga menjaga kelancaran distribusi serta stabilitas harga, terutama menjelang Ramadan. Sementara itu, Menko PMK Pratikno menegaskan penguatan sinergi lintas kementerian melalui Inpres Nomor 18 Tahun 2025 untuk mempercepat penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menambahkan, lebih dari dua bulan pascabencana, sekitar 71 persen wilayah terdampak telah kembali normal, sementara sisanya mendekati normal dan terus dipercepat pemulihannya melalui kerja sama seluruh pihak.