Kemitraan Indonesia–Jerman Kian Kokoh, Perdagangan Tembus USD 6,11 Miliar

0
57
Foto: Kemendag

(Vibizmedia – Jakarta) Indonesia dan Jerman menjalin hubungan istimewa yang melampaui relasi diplomatik biasa. Kedua negara memiliki sejarah panjang kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, yang dibangun dan diperkuat oleh tokoh-tokoh penting dari masing-masing negara sejak dahulu.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dalam Gala Banquet Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) Asia-Pacific Directors’ Conference di Jakarta, Rabu (11/2).

Wamendag Roro menuturkan, selain memiliki sejarah hubungan yang erat, Indonesia dan Jerman juga berbagi kepentingan dalam menghadapi dinamika dan ketidakpastian perdagangan global. Keduanya sepakat pentingnya sistem perdagangan yang dapat diprediksi, transparan, dan berbasis aturan, dengan keterbukaan ekonomi yang ditopang regulasi jelas serta tanggung jawab sosial.

Ia menambahkan, keberlanjutan, perdagangan bebas dan adil, serta kepastian regulasi merupakan fondasi utama untuk meningkatkan daya saing, inovasi, dan perencanaan investasi jangka panjang. Menurutnya, tujuan tersebut hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang pragmatis dan saling menguntungkan.

Dalam konteks itu, Jerman menjadi mitra penting Indonesia selama proses perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Setelah hampir satu dekade negosiasi, kedua pihak mencapai kesimpulan substansial pada September 2025. Tahun ini, Indonesia dan Uni Eropa akan merampungkan prosedur hukum internal, dengan target implementasi CEPA pada Januari 2027.

Wamendag Roro menegaskan, IEU-CEPA menjadi tonggak strategis bagi Indonesia dan Uni Eropa, termasuk Jerman, karena menghadirkan kepastian berusaha sekaligus platform kuat untuk menjawab berbagai tantangan global.

Perjanjian ini tidak hanya berfokus pada penurunan tarif, tetapi juga menyediakan kerangka kepastian hukum, peningkatan akses pasar, serta kerja sama regulasi di bidang barang, jasa, dan investasi. IEU-CEPA dirancang inklusif bagi seluruh pelaku usaha, baik perusahaan besar maupun usaha kecil dan menengah (UKM), serta mencakup komitmen pada ekonomi hijau, keseimbangan perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Deputy Head of the Division European and International Cooperation KAS, Caroline Kanter, menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin lama antara KAS dan berbagai pihak di Indonesia. Ia menekankan bahwa kolaborasi yang kuat dan dapat diandalkan menjadi kunci keberhasilan kerja sama tersebut.

Menutup pernyataannya, Wamendag Roro menyatakan Indonesia menakewarkan peluang nyata bagi pelaku usaha Jerman untuk memperkuat kehadiran di kawasan Asia Pasifik, khususnya Asia Tenggara. Dengan perspektif jangka panjang, saling menghormati, dan tujuan bersama, kemitraan Indonesia dengan Jerman dan Uni Eropa diyakini akan terus berkembang serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat kedua negara.

Pada 2025, total perdagangan Indonesia–Jerman tercatat sebesar USD 6,11 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Jerman mencapai USD 2,51 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Jerman sebesar USD 3,59 miliar.