Indonesia Bidik Pertumbuhan hingga 5,6 Persen, Mesin Ekonomi Nasional Disiapkan “Take Off”

0
259
Foto: Kemenko Ekon

(Vibizmedia – Jakarta) Komitmen Pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing terus diperkuat melalui kebijakan yang adaptif. Didukung kinerja ekonomi yang stabil serta reformasi struktural yang berkelanjutan, Indonesia dinilai berada pada momentum strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi dan mengoptimalkan seluruh mesin pertumbuhan nasional.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 pada Jumat (13/02), dalam pengantar pidatonya menyampaikan apresiasi atas kinerja solid Kabinet Merah Putih selama tahun pertama pemerintahan. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif putra-putri terbaik bangsa yang bekerja dengan dedikasi tinggi.

“Semua pencapaian yang patut kita banggakan adalah hasil kerja keras seluruh tim yang saya pimpin. Mereka sungguh-sungguh putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” ujar Presiden di hadapan para duta besar negara sahabat, menteri, ekonom, akademisi, dan pelaku usaha.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan kondisi ekonomi nasional yang tetap tangguh dengan fundamental yang semakin kuat. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,11% (yoy), ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98%. Capaian ini mencerminkan efektivitas stimulus ekonomi, stabilitas harga, serta meningkatnya mobilitas dan aktivitas masyarakat, termasuk pada periode hari besar keagamaan dan libur Nataru.

Memasuki 2026, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% dengan potensi mencapai 5,6%. Target tersebut didukung penguatan mesin produksi nasional secara menyeluruh, mulai dari belanja pemerintah, investasi swasta, hingga optimalisasi peran Danantara sebagai katalis investasi strategis.

“Seperti pesawat yang sempat tertunda lepas landas akibat gangguan global, kini seluruh mesin produksi disiapkan untuk bergerak selaras. Dalam dua tahun ke depan, kami optimistis ekonomi Indonesia siap ‘take off’ menuju pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” jelas Menko Airlangga.

Kehadiran Presiden secara langsung dalam forum tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk menjaga arah kebijakan ekonomi tetap solid, adaptif, dan terintegrasi lintas sektor. Momentum ini dipandang sebagai fase akselerasi untuk meningkatkan daya saing nasional, memperkuat iklim investasi, serta membuka lebih banyak lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.