Ekosistem Koperasi Merah Putih Siap Hubungkan Produsen Desa ke Pasar Nasional

0
63
Foto: Kemenko Ekon

(Vibizmedia – Jakarta) Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada forum Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memperkuat rantai pasok nasional, meningkatkan daya saing ekonomi lokal, serta menghadirkan efisiensi ekonomi yang berkeadilan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.

Menurut Presiden, pembangunan ekosistem KDKMP telah mencapai tahap kesiapan yang signifikan. Sebanyak 30.000 koperasi desa beserta infrastruktur pendukungnya diproyeksikan menjadi fondasi baru rantai pasok nasional. Setiap koperasi akan dilengkapi gudang, fasilitas cold storage, gerai distribusi, farmasi desa dengan obat generik terjangkau, klinik desa, hingga layanan pembiayaan ultra-mikro untuk membantu masyarakat lepas dari jeratan rentenir.

Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah membangun infrastruktur ekonomi produktif secara masif hingga ke pelosok. Dengan fasilitas penyimpanan dan distribusi di tingkat desa, rantai pasok pangan dan kebutuhan pokok dapat dipersingkat, sehingga mengurangi ketergantungan pada perantara yang selama ini berkontribusi terhadap tingginya harga di tingkat konsumen. Petani, peternak, dan nelayan diharapkan dapat memasok produk secara langsung ke koperasi, sehingga nilai tambah ekonomi lebih banyak dinikmati produsen dan masyarakat lokal.

Presiden juga menegaskan pemerintah akan membuka akses yang lebih luas bagi daerah yang memiliki kapasitas untuk menembus pasar ekspor secara langsung, termasuk melalui pelabuhan dan bandara. Penyederhanaan regulasi dilakukan agar aktivitas ekonomi di daerah dapat tumbuh lebih cepat dan mandiri.

Selain itu, KDKMP dirancang untuk memperkuat daya saing ekonomi lokal secara struktural. Kehadiran farmasi dan klinik desa diharapkan menekan biaya kesehatan masyarakat, sementara layanan pembiayaan mikro bertujuan memperluas akses modal bagi pelaku usaha kecil dan ultra-mikro tanpa beban bunga tinggi. Seluruh barang bersubsidi juga akan disalurkan melalui koperasi ini agar tepat sasaran dan meminimalkan kebocoran distribusi.

Pendanaan program berasal dari optimalisasi Dana Desa yang telah dialokasikan selama satu dekade terakhir, dengan fokus agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Presiden juga menyoroti efisiensi fiskal pemerintah yang pada tahun pertama mencapai lebih dari Rp308 triliun, dialihkan dari belanja tidak produktif ke program prioritas yang berdampak langsung bagi rakyat, seperti Makan Bergizi Gratis dan penguatan koperasi desa.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut mengapresiasi kinerja Badan Pengelola Investasi Danantara yang dinilai berhasil meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara secara signifikan. Ke depan, pemerintah menargetkan tingkat pengembalian aset yang lebih tinggi sebagai bagian dari pengelolaan keuangan negara yang produktif dan akuntabel.

Menutup pidatonya, Presiden kembali menegaskan visi Indonesia Incorporated, yaitu sinergi seluruh pelaku ekonomi—besar, menengah, kecil, hingga ultra-mikro—dalam satu arah pembangunan nasional. Pemerintah berkomitmen menjaga kepastian hukum, memberantas korupsi, membangun tata kelola yang bersih dan adil, serta tetap terbuka terhadap investasi global guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.