Kolaborasi Indonesia dan India Dorong Ekosistem Digital Inklusif dan Berdaulat

0
63
Wamenkomdigi Nezar Patria dalam pertemuan bilateral dengan Sekretaris Kementerian Elektronika dan Informasi Teknologi (MeitY) India S. Krishnan di New Delhi. (Foto: Kemkomdigi)

(Vibizmedia – New Delhi, India) Indonesia dan India menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor digital sebagai langkah membangun ekosistem yang inklusif, berdaulat, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dan Sekretaris Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India, S. Krishnan, di sela AI Impact Summit di New Delhi, Rabu (18/2/2026).

Dalam pertemuan itu, Nezar menekankan pentingnya kolaborasi kedua negara dalam menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang era transformasi digital. Ia menyatakan bahwa kemitraan ini dapat menjadi landasan kuat untuk membentuk masa depan digital Asia yang lebih inklusif, dengan teknologi sebagai pendorong kesetaraan dan pertumbuhan bersama.

Lima bidang prioritas kerja sama dibahas dalam pertemuan tersebut, yang mencerminkan visi bersama dalam memanfaatkan teknologi digital bagi kepentingan publik.

Pertama, di bidang kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi baru. Indonesia tertarik mengadopsi pendekatan India dalam demokratisasi AI agar akses teknologi tidak hanya dimonopoli segelintir pihak, melainkan terbuka bagi startup dan masyarakat luas. Kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan AI berdaulat yang relevan secara budaya, aman, dan selaras dengan regulasi nasional.

Kedua, penguatan Infrastruktur Publik Digital atau Digital Public Infrastructure (DPI). Indonesia menjajaki adaptasi sistem identitas digital India, Aadhaar, untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan publik. Kerja sama juga mencakup inisiatif GovTech guna mendorong integrasi platform digital antarinstansi, termasuk pertukaran keahlian pada layanan telemedicine e-Sanjeevani serta BISAG-N untuk pemetaan geospasial dan perencanaan logistik.

Ketiga, desain chip dan rantai pasok semikonduktor. Indonesia dinilai memiliki potensi mineral kritis yang dapat mendukung program semikonduktor India. India menawarkan dukungan melalui fasilitas desain chip yang melibatkan ratusan perguruan tinggi dan startup, membuka peluang berbagi infrastruktur sekaligus peningkatan kapasitas teknologi.

Keempat, keamanan siber dan respons darurat. Kedua negara sepakat membangun mekanisme berbagi informasi antara CERT-In dan lembaga terkait di Indonesia untuk mendeteksi serta memitigasi ancaman siber lintas negara. Indonesia juga mengeksplorasi adaptasi Sistem Dukungan Tanggap Darurat India yang mengintegrasikan layanan medis, kepolisian, dan bantuan darurat dalam satu platform terpadu.

Kelima, peningkatan kapasitas dan pertukaran talenta digital. Pemanfaatan National Institute of Electronics & Information Technology (NIELIT) menjadi bagian dari program penguatan keterampilan digital, pelatihan, dan literasi teknologi. Kedua negara juga menggagas program pertukaran startup dan inovator guna mendorong kolaborasi pengembangan teknologi yang berorientasi pada kepentingan publik.

Melalui kemitraan ini, Indonesia dan India berharap percepatan transformasi digital dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus memastikan manfaat teknologi dirasakan secara luas oleh masyarakat di kedua negara.