
(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah mempercepat hilirisasi riset motor listrik untuk kapal nelayan sebagai langkah strategis guna mendorong kemandirian dan efisiensi sektor perikanan tangkap. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan uji coba lapangan di kampung nelayan Cirebon, Jawa Barat, sebagai model implementasi tahap awal.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa sejumlah riset dasar telah dilakukan dan kini memasuki fase penguatan uji terapan. Hal tersebut disampaikannya usai pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, di Jakarta, Kamis (19/2/2026). Uji coba di Cirebon diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai kendala teknis untuk kemudian disempurnakan sebelum diperluas.
Pemanfaatan motor listrik pada kapal nelayan dinilai berpotensi menekan biaya operasional, terutama karena bahan bakar selama ini menjadi komponen pengeluaran terbesar saat melaut. Dengan penerapan teknologi ini, diharapkan nelayan tidak lagi terlalu bergantung pada fluktuasi harga BBM maupun skema subsidi, sekaligus mendukung transisi energi bersih di sektor kelautan.
Menteri Trenggono menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia mengakui riset serupa pernah dilakukan sebelumnya, namun belum berkelanjutan. Melalui sinergi terbaru ini, pemerintah berkomitmen memastikan riset terapan berjalan konsisten hingga memberikan dampak nyata, termasuk melalui integrasi dengan program Kampung Nelayan Merah Putih untuk meningkatkan efisiensi mesin kapal.
Program ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Kemdiktisaintek dan KKP menyiapkan sumber daya manusia unggul dalam mendukung pembangunan kawasan nelayan yang modern dan mandiri.
Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk memperkuat riset terapan yang menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan kementerian teknis diarahkan agar inovasi tidak berhenti di laboratorium, melainkan benar-benar diterapkan di lapangan.
Uji coba di Cirebon akan menjadi dasar evaluasi teknis, mencakup aspek daya tahan mesin, kapasitas baterai, hingga kesiapan infrastruktur pengisian daya. Jika hasilnya optimal, model ini berpotensi direplikasi di berbagai kampung nelayan di Indonesia.
Melalui pendekatan kolaboratif berbasis riset, pemerintah menegaskan bahwa transformasi sektor kelautan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi biaya, keberlanjutan energi, serta peningkatan kesejahteraan nelayan secara berkelanjutan.








