Sinergi BRIN–Kemendiktisaintek Dorong Pusat Riset Unggulan di Papua

0
190
Pemerintah memperkuat pengembangan pendidikan tinggi dan riset di Papua dengan mengalihkan status penggunaan sebagian gedung Eks Balai Arkeologi Jayapura dari Badan Riset dan Inovasi Nasional kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (Foto: Dok Kemendiktisaintek)

(Vibizmedia – Jakata) Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem pendidikan tinggi dan riset di Papua melalui pengalihan status penggunaan sebagian bangunan Eks Balai Arkeologi Jayapura dari Badan Riset dan Inovasi Nasional kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kapasitas riset di wilayah timur Indonesia. Proses alih status tersebut merupakan tindak lanjut atas persetujuan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta I terkait perubahan penggunaan Barang Milik Negara (BMN).

Penandatanganan Berita Acara Serah Terima dilaksanakan di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (2/3/2026). Momentum ini dipandang sebagai langkah penting dalam mendukung penguatan kelembagaan pendidikan tinggi di Papua, khususnya bagi Institut Seni dan Budaya Indonesia Tanah Papua.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munit Sucokro, menegaskan bahwa aset tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan akademik dan riset. Ia menekankan prinsip pengelolaan yang inklusif, adaptif, dan berdampak agar fasilitas tersebut benar-benar memperkuat pendidikan tinggi dan penelitian di Papua.

Menurutnya, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci dalam membangun pusat-pusat unggulan riset di kawasan timur Indonesia. Sejalan dengan arahan Presiden, Kemendiktisaintek tengah mendorong pembentukan 12 Inter-University Research Center guna memperluas jejaring riset nasional, termasuk membuka peluang kolaborasi dengan BRIN dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

Langkah ini dinilai strategis mengingat Papua memiliki kekayaan budaya serta potensi riset sosial-humaniora yang besar. Penguatan fasilitas riset diharapkan mampu mendukung pengembangan kajian kebudayaan nasional secara lebih komprehensif.

Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas, menyampaikan bahwa alih status ini bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian dari penguatan kolaborasi jangka panjang. Ia menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan sinergi antarlembaga ke depan.

Senada, Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN, Herry Jogaswara, menilai eks Balai Arkeologi Jayapura memiliki potensi strategis sebagai pusat pembelajaran dan riset kebudayaan. Koleksi ilmiah arkeologi di lokasi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran mahasiswa sekaligus memperkuat penelitian sosial budaya di Papua.

Dengan pengalihan ini, fasilitas negara yang sebelumnya difungsikan untuk riset kini diperluas pemanfaatannya guna mendukung penguatan pendidikan tinggi berbasis seni dan budaya. Pemerintah menargetkan pengelolaan aset berjalan produktif, kolaboratif, dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua.

Sinergi antara BRIN dan Kemendiktisaintek diharapkan mampu melahirkan pusat-pusat unggulan riset dan inovasi di kawasan timur Indonesia, sekaligus mempercepat pembangunan nasional yang inklusif dan berkeadilan.