Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi dan Perkuat Kemandirian Pangan–Energi

0
88
Kepala Daerah
Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog langsung dengan para kepala daerah, aparat, dan masyarakat dari berbagai wilayah melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas korupsi serta memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia yang digelar secara hybrid melalui konferensi video dari Hambalang pada Senin (9/3/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun menurutnya, potensi tersebut harus dikelola dengan lebih baik agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat.

“Kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan. Untuk itu saya tegaskan kembali lagi bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat,” tegas Presiden.

Kepala Negara menilai praktik penyalahgunaan wewenang dan kolusi dapat menyebabkan kebocoran keuangan negara. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi kemampuan negara dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam maupun krisis global.

“Korupsi penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara. Ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang, kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apapun,” ujar Presiden.

Selain menyoroti pentingnya pemberantasan korupsi, Presiden juga menekankan perlunya memperkuat kemampuan nasional untuk berdiri di atas kaki sendiri. Presiden menyampaikan optimismenya bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk keluar dari berbagai tantangan global dengan kondisi yang lebih kuat.

“Saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka, data-data kekayaan kita. Setiap hari kita akan keluar lebih kuat, kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya kemandirian di sektor pangan dan energi sebagai fondasi ketahanan nasional. Menurut Presiden, upaya mencapai swasembada pangan, khususnya beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia, telah lama menjadi prioritas.

“Dalam keadaan perang di mana-mana, swasembada beras, di mana beras adalah makanan pokok kita. Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita,” ungkapnya.

Selain itu, Presiden juga menyoroti pentingnya kemandirian energi, terutama dalam pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

“Masalah BBM juga bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi,” lanjut Presiden.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui tata kelola yang bersih serta peningkatan kapasitas produksi pangan dan energi dalam negeri.