UI Perkuat Posisi Global Lewat Kolaborasi Riset dengan Kampus Hong Kong

0
94
Foto: UI

(Vibizmedia – Jakarta) Universitas Indonesia (UI) memperkuat posisinya di tingkat global melalui kerja sama strategis dengan Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) dan Chinese University of Hong Kong (CUHK). Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan riset bersama di bidang kesehatan strategis, khususnya penyakit tropis dan teknologi perangkat medis.

Kemitraan tersebut mencakup berbagai program konkret, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, penyusunan riset kolaboratif, hingga pengembangan program double degree. Langkah ini menjadi bagian dari strategi UI dalam meningkatkan daya saing global sekaligus memperluas kontribusi terhadap isu kesehatan dunia.

Rektor UI, Heri Hermansyah, menegaskan pentingnya jejaring internasional dalam menghasilkan riset berdampak luas. Ia menyatakan bahwa kolaborasi lintas negara telah terbukti mampu melahirkan riset berkualitas tinggi dan membuka peluang lebih besar bagi sivitas akademika untuk berkembang di tingkat global.

Sebelumnya, UI juga menunjukkan kapasitas riset internasional melalui kerja sama dengan University of Oxford dalam uji klinis vaksin tuberkulosis yang didukung pendanaan hingga 20 juta dolar AS dari Bill & Melinda Gates Foundation. Capaian ini menjadi bukti pengakuan dunia terhadap kualitas riset UI.

Secara global, posisi UI yang berada di peringkat 189 dunia versi QS World University Rankings menunjukkan tren peningkatan daya saing. Di sisi lain, HKUST dan CUHK yang masuk dalam jajaran 50 besar dunia melihat Indonesia sebagai mitra strategis, khususnya dalam pengembangan riset dan pengalaman akademik di Asia Tenggara.

HKUST dikenal unggul dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi industri, sementara CUHK memiliki kekuatan pada riset biomedis dan kecerdasan buatan, dengan pendekatan pendidikan bilingual yang mendukung kolaborasi internasional.

Kesamaan visi ketiga institusi ini juga tercermin dalam rencana pengembangan program joint degree dan double degree melalui skema 3+1 maupun 4+0, yang memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan lintas negara dan meraih gelar dari dua universitas sekaligus.

Lebih dari sekadar mobilitas akademik, kolaborasi ini mencerminkan pergeseran paradigma pendidikan tinggi dari kompetisi menuju kolaborasi. UI pun memposisikan diri sebagai jembatan antara Indonesia dan komunitas global dalam menjawab tantangan kesehatan, termasuk penyakit tropis yang menjadi isu penting di kawasan.

Melalui kemitraan ini, UI tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga memperkuat perannya dalam menghadirkan solusi berbasis riset yang berdampak nyata bagi masyarakat global.