Produk UMKM Binaan Pertamina Jadi Buruan di Jakarta Fair 2026

0
64
Seorang pekerja menyelesaikan proses produksi tas karakter berbentuk tabung Bright Gas 5 kg di workshop UMKM binaan Pertamina. (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Nasional) PT Pertamina (Persero) memanfaatkan ajang Jakarta Fair 2026 untuk memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Bright Store. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk UMKM kepada pasar yang lebih luas, tetapi juga meningkatkan penjualan, memperluas peluang usaha, serta menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Bright Store menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan pengembangan merek dengan pemberdayaan UMKM.

Baron menjelaskan bahwa melalui Bright Store by Pertamina di Jakarta Fair 2026, ingin ditunjukkan bahwa kreativitas, produk dan layanan Pertamina, serta pemberdayaan UMKM dapat berjalan beriringan.

Salah satu produk yang menjadi magnet pengunjung adalah Tas Karakter Eksklusif berbentuk tabung Bright Gas 5 kilogram berwarna fuchsia. Produk kolaborasi tersebut viral di media sosial dan banyak diburu pengunjung hingga memunculkan fenomena jasa titip (jastip) selama penyelenggaraan Jakarta Fair 2026.

Menurut Baron, tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa sebuah aktivasi promosi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat ekonomi lebih luas. Selain mempererat hubungan Pertamina dengan konsumen, produk tersebut juga membuka akses pasar yang lebih besar bagi UMKM binaan.

Tas karakter Bright Gas diproduksi oleh PT Glory Nine Degrees, UMKM asal Bandung yang merupakan mitra binaan Small Medium Enterprise & Partnership Program (SMEPP) PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Foundation. Antusiasme pasar yang tinggi mendorong peningkatan kuota produksi sekitar 10 persen dari rencana awal.

Founder PT Glory Nine Degrees, Sandiani, mengatakan kolaborasi dengan Pertamina memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas produksi sekaligus penyerapan tenaga kerja di lingkungan sekitar. Untuk memenuhi permintaan, proses produksi ditingkatkan menjadi 18 jam per hari dalam dua shift.

Proyek ini membuat warga di sekitar workshop yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap kini memperoleh penghasilan. Bahkan, pelajar SMA yang sedang libur sekolah ikut dilibatkan pada proses finishing dan pengemasan.

Selain melibatkan UMKM pada produksi tas, Pertamina juga menggandeng pelaku usaha pangan lokal sebagai bagian dari isi paket yang diterima konsumen. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menciptakan nilai tambah di sepanjang rantai pasok sekaligus memperkuat ekosistem UMKM agar semakin berdaya saing dan mampu naik kelas.