Indonesia dan Selangor Perluas Kerja Sama, Semikonduktor Jadi Fokus Baru

0
60
Ilustrasi, Wamendag Roro: Tingkatkan Daya Saing SDM untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045 (Foto: Dok Kemendag)

(Vibizmedia – Industry) Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan kerja sama ekonomi Indonesia dengan Negara Bagian Selangor, Malaysia, melalui perluasan kolaborasi di bidang perdagangan, investasi, hingga pengembangan industri bernilai tambah seperti semikonduktor dan manufaktur maju.

Komitmen tersebut disampaikan Roro saat menerima kunjungan Menteri Besar Selangor, Dato’ Seri Amirudin Bin Shari, di Jakarta, Rabu (8 Juli). Pertemuan bilateral itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan ekonomi Indonesia-Malaysia, khususnya dengan Selangor yang merupakan pusat ekonomi terbesar di Malaysia.

Menurut Roro, Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang erat, tidak hanya karena kedekatan geografis, tetapi juga ikatan sejarah, budaya, dan hubungan antarmasyarakat. Selangor sendiri memiliki peran strategis sebagai pusat perdagangan, investasi, dan logistik Malaysia sehingga menjadi salah satu mitra ekonomi penting bagi Indonesia.

Saat ini, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar keenam bagi Selangor dengan kontribusi sekitar 4,4 persen terhadap total perdagangan negara bagian tersebut. Hubungan dagang kedua wilayah juga ditopang konektivitas logistik melalui Pelabuhan Klang dan Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Roro menilai struktur ekonomi kedua pihak saling melengkapi. Indonesia memasok komoditas, bahan baku, produk pangan, dan barang konsumsi, sedangkan Selangor menjadi pemasok berbagai produk manufaktur bernilai tambah. Ke depan, Kemendag melihat peluang memperluas kerja sama pada sektor strategis, seperti semikonduktor, manufaktur maju, industri penerbangan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Selain mendorong kolaborasi industri, Indonesia juga membuka peluang kerja sama pengembangan talenta semikonduktor melalui Advanced Semiconductor Academy of Malaysia (ASEM). Sementara itu, penguatan pendidikan vokasi atau Technical and Vocational Education and Training (TVET) dinilai dapat meningkatkan kesiapan tenaga kerja industri di kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Roro mengapresiasi keputusan Selangor memilih Bandung sebagai tuan rumah Selangor International Business Summit (SIBS) @ASEAN 2026 pada 9–10 Juli 2026. Untuk pertama kalinya, forum bisnis tersebut diselenggarakan di luar Malaysia.

Roro berharap penyelenggaraan SIBS di Indonesia dapat memperkuat hubungan perdagangan dan investasi sekaligus mendorong terbentuknya rantai pasok regional yang lebih tangguh di kawasan ASEAN.

Sementara itu, Dato’ Seri Amirudin Bin Shari menyatakan Selangor siap memperluas kolaborasi dengan Indonesia, khususnya di sektor ketahanan pangan, energi, pengembangan talenta, dan ekspansi dunia usaha. Menurutnya, sinergi yang semakin erat akan membuka peluang investasi baru serta memberikan manfaat ekonomi bagi kedua pihak.