Jawab Tantangan Digital dan Mental, Kemenpora Perkuat Kepemimpinan Pemuda

0
48
Foto: Kemenpora

(Vibizmedia – Jakarta) Polarisasi di ruang digital, meningkatnya persoalan kesehatan mental, serta melemahnya ketahanan ideologi dinilai menjadi tantangan serius yang dihadapi generasi muda Indonesia saat ini. Untuk merespons kondisi tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyiapkan dua program nasional, yakni Wirasena Youth Camp dan Indonesia Youth Summit, guna memperkuat kepemimpinan dan karakter pemuda.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, dalam keterangan resminya pada hari Selasa (14/7/2026), mengungkapkan bahwa polarisasi di ruang digital membuat generasi muda rentan terpapar disinformasi hingga terjebak dalam konflik horizontal. Ia menilai kebijakan pembatasan penggunaan media digital bagi anak di bawah usia tertentu sebagai langkah yang tepat untuk melindungi mereka.

Selain itu, Erick juga menyoroti meningkatnya kasus kesehatan mental di kalangan pemuda. Ia menyebutkan bahwa sekitar 84–85 persen pasien di klinik psikologi di wilayah perkotaan berasal dari kelompok usia muda.

Ia juga mengingatkan bahwa melemahnya ketangguhan ideologi berpotensi memicu peningkatan kekerasan dan kriminalitas. Bahkan, dalam beberapa kasus, tindakan kekerasan mulai dianggap sebagai cara untuk memperoleh pengakuan dalam kelompok tertentu, yang pada akhirnya dapat mengikis semangat juang generasi muda.

Sebagai langkah konkret, Kemenpora akan menyelenggarakan Indonesia Youth Summit, sebuah forum yang mempertemukan pemuda dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk merumuskan kebijakan kepemudaan secara terintegrasi. Setidaknya tujuh kementerian yang memiliki program terkait pemuda akan terlibat dalam forum tersebut.

Selain itu, Wirasena Youth Camp akan menjadi program pembinaan kepemimpinan yang melibatkan perwakilan pemuda dari 38 provinsi. Program ini dirancang dengan kurikulum berbasis kajian para pakar dan difokuskan pada penguatan karakter, kepemimpinan, serta peningkatan kapasitas generasi muda melalui berbagai kegiatan seperti debat, pidato, dan pertukaran pengalaman dengan negara lain.

Kedua program tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028.