Dari Tradisi ke Inovasi, Bekalista Jadi Masa Depan Transportasi Wisata Yogyakarta

0
60
Foto: Info Publik

(Vibizmedia – DIY) Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa program Becak Kayuh Listrik Pariwisata (Bekalista) merupakan langkah menghadirkan sistem transportasi wisata yang ramah lingkungan tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi identitas Yogyakarta.

Menurut Sri Sultan, peluncuran Bekalista tidak sekadar menghadirkan moda transportasi baru, melainkan mengintegrasikan tiga tujuan utama: menjaga identitas budaya, meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak, serta membangun sistem mobilitas yang lebih berkelanjutan.

“Becak telah menjadi bagian dari wajah Yogyakarta. Ia hadir dalam kehidupan sehari-hari warga, pengalaman wisata, hingga menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya dalam acara penyerahan simbolis ekosistem Bekalista dan pembukaan Pasar Rakyat UMi 2026 di Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Ia menekankan bahwa pelestarian becak tidak boleh identik dengan mempertahankan beban fisik para pengemudinya. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi dinilai penting agar transportasi tradisional tetap lestari sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan para pengemudi.

“Tradisi perlu didukung teknologi agar tetap hidup, produktif, dan memberikan kehidupan yang lebih layak bagi para pelakunya,” tegasnya.

Sri Sultan juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam pengembangan Bekalista, mulai dari pemerintah pusat melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Pemerintah Daerah DIY, dunia pendidikan vokasi, pelaku usaha, hingga komunitas pengemudi becak. Ia menilai, inovasi yang dibangun melalui kerja sama lintas sektor akan lebih kuat dan berkelanjutan.

Pengembangan Bekalista tidak hanya menghadirkan becak listrik, tetapi juga dilengkapi dengan ekosistem pendukung seperti stasiun pengisian daya, bengkel induk, bengkel bergerak, serta baterai cadangan. Transformasi ini, menurutnya, harus mencakup sistem pemeliharaan, peningkatan kapasitas pengemudi, standar pelayanan, aspek keselamatan, hingga keberlanjutan usaha.

Lebih lanjut, Bekalista diharapkan menjadi bagian dari sistem mobilitas di kawasan sumbu budaya Yogyakarta. Sri Sultan menekankan bahwa setiap transformasi di kawasan budaya harus dilakukan secara tertib, bersih, manusiawi, serta tetap menghormati karakter ruang yang menjadi ciri khas Yogyakarta.

Ia juga melihat potensi Bekalista dalam menghubungkan berbagai destinasi wisata, pasar rakyat, sentra kerajinan, pusat kuliner, hingga kampung budaya. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui pengalaman wisata yang lebih nyaman dan berkelanjutan.

“Teknologi harus menjaga harmoni antara manusia, lingkungan, dan kebudayaan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sri Sultan turut menyambut penyelenggaraan Pasar Rakyat UMi 2026. Ia menilai, kehadiran pasar tersebut semakin memperkuat komitmen pembangunan yang berpihak pada usaha mikro dan masyarakat.

Ia berharap Bekalista dan Pasar Rakyat UMi dapat berkembang menjadi ekosistem berkelanjutan yang rendah emisi, berakar pada budaya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku ekonomi rakyat.