Danantara Kelola Aset Lebih dari USD1.000 Miliar

0
88
Foto: BPMI Setpres

(Vibizmedia – Jakarta) Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat pengelolaan aset negara sekaligus membangun fondasi ekonomi jangka panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Presiden menjelaskan, Danantara berperan sebagai dana kedaulatan yang mengonsolidasikan berbagai aset negara agar dikelola secara lebih tertib, profesional, dan berorientasi pada kepentingan generasi mendatang.

Ia menyebut, konsolidasi aset ini menjadi cadangan strategis sekaligus sumber kekuatan ekonomi bagi masa depan Indonesia, termasuk bagi generasi berikutnya.

Presiden juga mengungkapkan bahwa nilai aset yang dikelola Danantara telah melampaui USD1.000 miliar. Dengan adanya lembaga ini, pemerintah dapat memantau dan mengelola kekayaan negara yang sebelumnya tersebar di berbagai entitas secara lebih terintegrasi.

Sebagai bagian dari reformasi tata kelola, pemerintah terus melakukan penataan badan usaha milik negara (BUMN). Saat ini, terdapat 1.077 BUMN beserta anak dan afiliasinya yang dinilai perlu dikonsolidasikan agar lebih efisien dan produktif.

Presiden mengapresiasi kinerja Danantara yang dalam 18 bulan pertama telah berhasil menutup, menggabungkan, dan merestrukturisasi ratusan BUMN. Hingga akhir Juli, jumlah BUMN berhasil dikurangi sekitar 250 perusahaan.

Pemerintah menargetkan jumlah BUMN dapat ditekan hingga maksimal 350 perusahaan pada akhir 2026 guna meningkatkan efektivitas pengelolaan aset negara.

Menurut Presiden, langkah konsolidasi tersebut juga berdampak signifikan terhadap efisiensi anggaran. Penutupan 250 BUMN diperkirakan mampu menghemat biaya operasional hingga Rp50 triliun, termasuk pengeluaran rutin seperti gaji, sewa, dan biaya operasional lainnya.

Ia menambahkan, nilai penghematan tersebut berpotensi meningkat hingga Rp70–80 triliun pada akhir tahun seiring berlanjutnya reformasi BUMN.

Presiden pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Danantara atas upaya yang telah dilakukan dalam mendorong efisiensi dan perbaikan tata kelola aset negara.