Kemenpar Perluas Pasar EduTourism Australia dengan Promosi Desa Wisata Indonesia

0
57
Foto: Kementerian Pariwisata

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Garuda Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney terus memperluas pasar wisata edukasi (EduTourism) Australia dengan memperkenalkan desa wisata Indonesia sebagai ruang belajar yang memadukan sejarah, seni, budaya, lingkungan, serta kehidupan masyarakat lokal.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan, wisata edukasi menjadi salah satu peluang untuk memperkenalkan Indonesia tidak hanya sebagai destinasi liburan, tetapi juga sebagai living classroom yang menawarkan pengalaman belajar melalui budaya, alam, dan kehidupan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia menawarkan pengalaman belajar yang autentik dan berkesan, tidak hanya di Bali, tetapi juga di berbagai destinasi unggulan lainnya. Kami percaya pengalaman belajar secara langsung serta jejaring yang terbangun melalui program ini akan membuka peluang lebih luas bagi pengembangan segmen perjalanan edukasi ke berbagai destinasi di Indonesia,” ujar Ni Made Ayu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian promosi wisata edukasi yang digelar pada 3–4 Agustus 2026 di Sydney, Australia. Kegiatan diawali dengan program Indonesia Goes to School: Experience Wonderful Indonesia in the Classroom di Claremont College, Sydney, pada 3 Agustus 2026.

Foto: Kementerian Pariwisata

Program tersebut memperkenalkan pengalaman wisata edukasi Indonesia secara langsung kepada kepala sekolah, guru, dan siswa melalui berbagai lokakarya interaktif. Para peserta antara lain mengikuti kegiatan membatik bersama Desa Wisata Wukirsari, belajar tari tradisional bersama Desa Wisata Taro, bermain angklung, serta meronce kerajinan dari biji hanjeli.

Peserta juga mengikuti sesi storytelling bersama Balai Bahasa dan Budaya Indonesia NSW melalui pembacaan buku edukatif mengenai hanjeli yang berasal dari Desa Wisata Hanjeli.

Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman lintas budaya sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran secara langsung.

EduTourism Jadi Segmen Pariwisata Bernilai Tambah

Menurut Ni Made Ayu, perjalanan edukasi (educational travel) merupakan salah satu segmen pariwisata berkualitas yang memiliki nilai tambah tinggi. Karakter perjalanan ini berpotensi mendorong masa tinggal wisatawan yang lebih panjang sekaligus menciptakan interaksi lebih mendalam dengan masyarakat, budaya lokal, dan ekosistem pendidikan di destinasi.

Potensi pasar tersebut juga didukung oleh tingginya mobilitas generasi muda secara global. WYSE Travel Confederation dan UN Tourism memprediksi sekitar 350 juta pemuda melakukan perjalanan pada 2025, dengan 23 persen di antaranya merupakan pelajar.

Australia menjadi salah satu pasar strategis bagi pariwisata Indonesia. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia mencapai 1.754.791 kunjungan dan menempatkan negara tersebut sebagai pasar wisatawan mancanegara terbesar kedua bagi Indonesia.

Tren positif tersebut berlanjut pada 2026. Hingga Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia tercatat 864.750 kunjungan, meningkat 6,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Industri perjalanan pemuda tetap memiliki potensi besar sebagai kekuatan positif. Selain memberikan dampak ekonomi, segmen ini dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, membangun jejaring internasional, serta memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pembelajaran yang berkualitas,” ujar Ni Made Ayu.

Perkenalkan Desa Wisata kepada Pasar Australia

Untuk memperluas peluang tersebut, Kemenpar melanjutkan promosi melalui EduTourism Networking Event pada 4 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Indonesia Residence itu mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan mitra industri perjalanan dan pemangku kepentingan pendidikan di New South Wales.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar Yulia mengatakan, kegiatan tersebut mencakup pemaparan produk unggulan wisata edukasi, table-top meeting, sesi networking, serta pertunjukan budaya.

Pertemuan tersebut menjadi wadah interaksi langsung antara sellers dari Indonesia dan buyers yang terdiri atas pelaku industri perjalanan serta pemangku kepentingan pendidikan di New South Wales untuk menjajaki peluang perjalanan edukasi ke Indonesia.

Sejumlah produk wisata edukasi yang diperkenalkan antara lain Desa Wisata Wukirsari di Yogyakarta, yang menawarkan pengalaman belajar seni tradisi, kearifan lokal, dan kerajinan batik. Sementara itu, Desa Wisata Taro di Bali menghadirkan pembelajaran berbasis lingkungan, keberlanjutan, dan pelestarian budaya.

“Melalui keterlibatan industri pariwisata dan desa wisata yang menawarkan produk wisata edukasi berkualitas, kami ingin memberikan lebih banyak pilihan bagi sekolah, universitas, dan pelaku industri wisata edukasi di Australia untuk membawa siswa belajar, mengeksplorasi, dan merasakan pengalaman Indonesia secara langsung,” kata Yulia.

Konsul Jenderal RI Sydney Pendekar Muda Leonards Sondakh mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai tujuan perjalanan yang menyediakan beragam ruang pembelajaran.

Menurutnya, program seperti Indonesia Goes to School dan wisata edukasi dapat menjadi sarana bagi generasi muda Australia untuk mengenal budaya, tradisi, kehidupan masyarakat, serta keberagaman Indonesia secara langsung.

“Desa-desa wisata Indonesia dapat menjadi ruang belajar yang hidup, tempat para siswa belajar langsung dari masyarakat sekaligus melihat bagaimana budaya, kreativitas, keberlanjutan, dan ekonomi lokal saling terhubung,” ujar Leonards.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, memperdalam pemahaman mengenai Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Kolaborasi Kemenpar, KJRI Sydney, Garuda Indonesia, desa wisata, dan industri perjalanan menjadi bagian dari strategi memperluas pasar pariwisata berkualitas Indonesia melalui segmen wisata edukasi.

Selain membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan muda Australia, pengembangan EduTourism diharapkan dapat memperluas manfaat pariwisata hingga ke tingkat desa melalui aktivitas budaya, ekonomi kreatif, serta pengalaman belajar yang berbasis kearifan lokal.