Kemenpar Dorong Pariwisata Premium Domestik Tawarkan Pengalaman Kelas Dunia

0
46
Foto: Kemenpar

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat pasar wisata premium domestik untuk memperluas pilihan perjalanan berkualitas bagi wisatawan nusantara sekaligus mendorong agar belanja wisata masyarakat Indonesia tetap berputar di dalam negeri.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan Luxury Business Networking yang mempertemukan pelaku industri pariwisata premium dengan para pengambil keputusan perjalanan segmen kelas atas. Forum ini menjadi sarana untuk memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis yang lebih konkret.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan, dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global turut memengaruhi pola perjalanan masyarakat, termasuk keputusan wisatawan Indonesia dalam merencanakan perjalanan ke luar negeri.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi industri pariwisata nasional untuk menghadirkan pengalaman wisata premium berstandar dunia di berbagai destinasi Indonesia sebagai alternatif bagi masyarakat yang selama ini memilih berlibur ke luar negeri.

“Ini adalah momentum kita. Kita ingin memastikan perputaran dana masyarakat Indonesia tetap berada di dalam negeri melalui produk-produk wisata premium berkelas dunia,” ujar Ni Made Ayu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Pasar Wisata Nusantara Terus Tumbuh

Peluang pengembangan pasar domestik juga didukung tingginya mobilitas wisatawan nusantara. Sepanjang 2025, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,20 miliar perjalanan atau tumbuh 17,53 persen.

Tren tersebut berlanjut pada semester I 2026. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara tercatat mencapai 630,41 juta perjalanan, meningkat 2,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Ni Made Ayu, besarnya potensi pasar tersebut perlu diimbangi dengan semakin beragamnya produk dan pengalaman wisata. Hal itu termasuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang mengutamakan kualitas layanan, kenyamanan, privasi, keunikan pengalaman, serta personalisasi perjalanan.

Karena itu, Kemenpar mengambil peran sebagai fasilitator dengan mempertemukan pelaku industri wisata premium dengan calon mitra dan pengambil keputusan perjalanan. Pertemuan secara langsung diharapkan dapat mengatasi keterbatasan kanal interaksi bisnis sekaligus memperluas akses pasar produk wisata premium Indonesia.

Dalam Luxury Business Networking, Kemenpar mempertemukan buyers dan sellers yang telah dikurasi, dengan produk dan paket perjalanan premium bernilai lebih dari Rp15 juta per orang.

Produk yang ditawarkan memiliki fasilitas, pelayanan, dan pengalaman perjalanan dengan karakter serta nilai tambah yang berbeda dari paket wisata reguler.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Erwita Dianti mengatakan kegiatan yang berlangsung di Bandung pada 14 Agustus 2026 tersebut melibatkan 11 sellers dari industri pariwisata premium dan sekitar 23 buyers dalam format pertemuan bisnis yang terfokus.

Sebanyak 11 sellers tersebut terdiri atas penyedia akomodasi, antara lain Archipelago Hotels dan Padma Hotel Bandung; penyedia transportasi Mosalaki Phinisi, Lamain Voyage Indonesia, dan PT KAI Wisata; serta penyedia paket pengalaman premium dari Citilink Indonesia.

Selain itu, kegiatan turut melibatkan perwakilan agen perjalanan dan tur yang tergabung dalam ASTINDO DPD Jawa Barat, AITTA DPD Jawa Barat, serta ASITA DPD Jawa Barat.

Pertemuan bisnis dilakukan melalui format diskusi rotasi meja (table rotation) yang kemudian dilanjutkan dengan networking dinner. Melalui format tersebut, para pelaku industri dapat membahas kebutuhan pasar, karakter produk, hingga peluang kerja sama secara lebih mendalam.

“Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perjumpaan bisnis, tetapi mampu menciptakan dampak nyata dan menghasilkan kolaborasi yang berkelanjutan di sektor pariwisata premium,” ujar Erwita.

Penguatan pasar wisata premium domestik diharapkan tidak hanya memperluas pilihan perjalanan berkualitas bagi wisatawan Indonesia, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dari setiap perjalanan.

Semakin banyak produk wisata premium yang tersedia di dalam negeri, semakin besar pula peluang belanja wisata masyarakat memberikan manfaat bagi industri pariwisata, pelaku usaha lokal, tenaga kerja, dan perekonomian di berbagai destinasi.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata berkualitas yang tidak semata-mata mengejar peningkatan jumlah perjalanan, tetapi juga menekankan kualitas pengalaman, peningkatan nilai tambah ekonomi, serta pemerataan manfaat pariwisata bagi masyarakat Indonesia.