Business Matching Kemendag Tembus USD333,68 Juta, UMKM Bidik Pasar Global

0
52
Ilustrasi Business Matching UMKM (Foto: webekspor)

(Vibizmedia – Industry) Peluang ekspor bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia semakin terbuka lebar. Melalui program business matching, Kementerian Perdagangan (Kemendag) berhasil mempertemukan pelaku usaha nasional dengan buyer mancanegara dan mencatatkan transaksi senilai USD333,68 juta atau sekitar Rp5,95 triliun sepanjang Januari–Juli 2026.

Nilai tersebut berasal dari purchase order (PO) sebesar USD58,06 juta dan potensi transaksi mencapai USD275,61 juta. Program ini telah melibatkan 1.021 UMKM, termasuk sejumlah pelaku usaha yang sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa business matching semakin efektif menjadi jembatan bagi UMKM menuju pasar global.

Business matching menjadi salah satu upaya Kemendag untuk memperluas akses pasar ekspor bagi UMKM,” ujar Puntodewi.

Sepanjang tujuh bulan pertama 2026, Kemendag memfasilitasi 546 kegiatan business matching. Sebanyak 281 kegiatan berupa business pitching bersama perwakilan perdagangan RI di luar negeri, sedangkan 265 lainnya merupakan pertemuan langsung dengan buyer. Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara tujuan ekspor.

Momentum positif berlanjut pada Juli 2026. Sebanyak 122 kegiatan business matching melibatkan 396 UMKM dan 79 buyer dari 15 negara. Nilai transaksi yang dicatatkan mencapai USD82,33 juta, terdiri atas PO USD21,34 juta dan potensi transaksi USD60,99 juta.

Buyer berasal antara lain dari Malaysia, Inggris, Arab Saudi, India, Amerika Serikat, Nigeria, Meksiko, Tiongkok, dan Australia.

Produk yang diminati pun sangat beragam, mulai dari makanan dan minuman olahan, kopi, kelapa, sarang burung walet, herbal, fesyen, kerajinan, furnitur, dekorasi rumah, minyak atsiri hingga arang kelapa dan briket.

Kemendag menilai keberagaman pasar dan produk tersebut menunjukkan besarnya ruang ekspor yang masih dapat dimanfaatkan UMKM.

Karena itu, Kemendag akan terus memperkuat peran perwakilan perdagangan RI dalam menemukan buyer potensial sekaligus memberikan pendampingan agar peluang business matching berkembang menjadi kontrak dagang dan ekspor berkelanjutan.

Program tersebut juga didukung berbagai lembaga pembina UMKM, antara lain IWAPI, Sarinah, Bank Indonesia, Disperindag Jawa Barat dan Jawa Timur, serta Export Center.

“Harapannya, peluang yang diperoleh melalui business matching dapat berlanjut menjadi kerja sama dagang dan transaksi ekspor yang berkelanjutan,” kata Puntodewi.