Bantuan Dikebut, 75 Ribu Ton Beras Disiapkan untuk Jaga Pangan Warga

0
72
Bantuan Logistik NTT
bantuan logistik dan peralatan untuk warga terdampak gempa M 7,7 Flores di Kantor BPBD Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu, 19 Agustus 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat terdampak gempa bumi Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga 19 Agustus 2026, Perum BULOG telah menyalurkan 207 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 6.000 liter minyak goreng ke sejumlah wilayah terdampak.

Penyaluran bantuan tersebut dipastikan langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani saat meninjau kondisi masyarakat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT.

Keduanya turun langsung menyapa warga, berdialog dengan masyarakat, serta memastikan bantuan pemerintah dapat diterima melalui posko-posko penanganan bencana.

Bantuan pangan telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Barat. Penyaluran masih terus dilakukan seiring dengan proses pengiriman bantuan ke berbagai lokasi.

Amran menegaskan pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa tetap terpenuhi sesuai arahan Presiden.

“Berdasarkan arahan Bapak Presiden, kita memastikan masyarakat yang terdampak gempa mendapatkan bantuan pangan yang dibutuhkan. Pemerintah bersama BULOG akan terus bergerak dan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat,” ujar Amran.

Stok Beras NTT Dipastikan Aman

Selain menyalurkan bantuan, pemerintah juga memastikan ketersediaan beras di NTT tetap aman selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Amran meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan beras karena stok pemerintah dalam kondisi mencukupi.

“Untuk stok beras, jumlahnya sangat banyak. Jadi tidak ada masalah. Masyarakat tidak perlu khawatir, pemerintah memastikan kebutuhan beras tetap tersedia, termasuk untuk masyarakat yang terdampak bencana,” tegasnya.

Saat ini, BULOG memiliki stok beras sekitar 35 ribu ton di wilayah NTT. Untuk memperkuat cadangan tersebut, BULOG juga menyiapkan tambahan 40 ribu ton yang akan dimobilisasi dari NTB, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

Dengan demikian, total potensi stok yang disiapkan untuk memperkuat ketahanan pangan NTT mencapai sekitar 75 ribu ton.

Tambahan tersebut menjadi langkah antisipatif untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga stok di wilayah NTT selama kondisi darurat.

BULOG Siap Bergerak Cepat

Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya siap mendukung pemerintah dalam penanganan bencana, terutama dalam memastikan ketersediaan dan distribusi pangan.

“BULOG siap bergerak cepat mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Ahmad Rizal.

Usai meninjau masyarakat di Kecamatan Reok, Amran dan Ahmad Rizal kemudian meninjau gudang logistik milik BPBD bersama BNPB. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi serta ketersediaan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak di wilayah NTT, termasuk Manggarai Timur dan Labuan Bajo.

BULOG juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyalurkan bantuan secara bertahap dengan mempertimbangkan aksesibilitas wilayah, kondisi masyarakat, serta perkembangan situasi pascabencana.

Untuk mempercepat distribusi, BULOG berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, dan berbagai pihak terkait.

Peninjauan langsung tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan bantuan tidak hanya tersedia di gudang, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dengan stok yang diperkuat dan distribusi yang terus berjalan, pemerintah bersama BULOG memastikan kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa Flores tetap menjadi prioritas selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan berlangsung.