
(Vibizmedia-Nasional) Persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games XX Nagoya–Aichi 2026 memasuki tahap akhir. Para atlet terus mematangkan kemampuan fisik, teknik, dan mental untuk menghadapi persaingan ketat sekaligus membawa nama Merah Putih di panggung olahraga Asia.
Bagi para atlet, perjalanan menuju Asian Games bukan sekadar soal latihan. Berbagai tantangan dan keterbatasan yang dihadapi justru menjadi bagian dari proses membangun keyakinan untuk tampil maksimal dan mempersembahkan prestasi bagi Indonesia.
Atlet panjat tebing nomor speed climbing, Veddriq Leonardo, mengatakan persiapannya menuju Asian Games telah dilakukan sejak 2024. Hingga saat ini, persiapan tersebut telah mencapai lebih dari 90 persen.
Menurut Veddriq, tuan rumah Jepang menjadi salah satu pesaing terberat Indonesia, selain China dan Korea Selatan. Meski demikian, ia optimistis dapat memberikan hasil terbaik.
“Untuk Asian Games kali ini tuan rumah jadi salah satu pesaing terberat di luar China dan juga Korea. Dan semoga harapannya di Asian Games kali ini bisa memberikan terbaik buat Indonesia,” ujar Veddriq.
Ia juga berharap seluruh atlet Indonesia mampu mempersembahkan medali sebanyak-banyaknya dan bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas.
“Untuk tim Indonesia semoga bisa membawa medali emas sebanyak-banyaknya. Dan menjadi juara dan juga memberikan yang terbaik dan hasil yang terbaik. Bermain secara baik dan juga sportif, itu harapannya,” tambahnya.
Persiapan Diperkuat Uji Coba Internasional
Semangat yang sama ditunjukkan atlet bola voli indoor putri, Maradanti Namira Tegariani dan Ersandrina Devega Salsabila.
Keduanya menyebut persiapan telah dilakukan sejak Mei melalui pemusatan latihan. Tim juga mengikuti sejumlah pertandingan dan uji coba internasional untuk mengukur kemampuan sebelum tampil di Asian Games.
“Kalau dari kita sudah persiapan dari bulan Mei. Dari kita ada tryout ke Korea sama ikut pertandingan di luar negeri, internasional gitu,” ujarnya.
Persiapan panjang juga dijalani tim soft tennis Indonesia. Fernando Sanger, Maria Siti Nur Arasy, Alif Nafia, dan Rizky Zammy telah mengikuti training camp (TC) Pelatnas selama sekitar enam bulan.
Selain latihan, persiapan diperkuat melalui uji coba ke Korea Selatan, termasuk mengikuti turnamen di Incheon dan Sunchang.
Fernando berharap pengalaman dari Asian Games sebelumnya dapat menjadi modal untuk meraih hasil yang lebih baik di Nagoya–Aichi.
“Harapannya ke depan mungkin di Asian Games sebelumnya di China kita dapat medali perunggu. Harapannya di Asian Games kali ini bisa dapat hasil yang lebih baik lagi,” kata Fernando.
Tantangan Tak Patahkan Semangat Atlet Dayung
Perjuangan serupa dilakukan para atlet dayung, Stevani Maysche Ibo, Dayumin, Sella Monim, dan Ramla Baharuddin.
Berbagai tantangan selama menjalani persiapan tidak menyurutkan tekad mereka untuk memberikan prestasi terbaik. Dukungan terhadap program latihan dan kepercayaan kepada pelatih menjadi salah satu modal penting menghadapi kompetisi.
“Itu tidak menjadi halangan buat kita, karena kita tetap berlatih, dan kita percaya juga kepada pelatih kita dengan program yang dia lakukan itu bisa membawa kita untuk meraih juara,” ujar Dayumin.
Bagi para atlet, kesempatan mendapat pelepasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto juga menjadi tambahan motivasi sebelum bertolak menghadapi Asian Games.
Kini, dengan persiapan yang memasuki tahap akhir, para atlet Indonesia meminta doa dan dukungan masyarakat agar dapat tampil maksimal, menjunjung sportivitas, serta membawa pulang medali sebanyak-banyaknya dari Nagoya–Aichi.
“Untuk seluruh masyarakat Indonesia, mohon doa dan dukungannya untuk para kami atlet yang bertanding, dan juga akan menjadi wakil Indonesia di Asian Games Nagoya-Aichi 2026,” kata Veddriq.








