Produk UMKM Makin Mendominasi Ritel Modern, Akses Pasar Terus Diperluas

0
147
Menteri Perdagangan Budi Santoso di Kementerian Perdagangan (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Economy & Business) Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin mendapat tempat di pasar modern. Kementerian Perdagangan mencatat lebih dari 60 persen produk yang dipasarkan di jaringan ritel modern saat ini merupakan produk UMKM dan produk lokal.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan kondisi tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses pasar bagi pelaku UMKM melalui kemitraan dengan jaringan perdagangan modern. Produk lokal kini tidak hanya mudah ditemukan di ritel, tetapi juga mulai mengisi pusat perbelanjaan dan department store.

“Menurut informasi dari ritel modern, lebih dari 60 persen produk-produk UMKM, produk-produk lokal, itu sudah mengisi di ritel modern,” ujar Budi, Rabu (9/9/2026).

Menurut Budi, pemerintah terus memperluas peluang tersebut melalui penguatan kerja sama dengan asosiasi ritel dan pengelola pusat perbelanjaan. Kemendag telah menjalin kemitraan dengan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Produk UMKM yang didorong pemerintah juga diarahkan masuk ke jaringan ritel modern. Salah satunya melalui jaringan AEON di BSD, Tangerang. Langkah ini dinilai dapat memperluas jangkauan produk lokal kepada konsumen sekaligus membuka peluang pertumbuhan penjualan.

“Jadi produk UMKM kita sekarang banyak dijual di mal, department store, di ritel modern sudah banyak,” katanya.

Perluasan akses tersebut tidak terlepas dari perubahan pendekatan pemerintah dalam mendorong kehadiran produk UMKM di ritel modern. Sebelumnya, terdapat kebijakan yang mewajibkan ritel modern menyediakan sedikitnya 30 persen produk UMKM. Namun, kebijakan itu mendapat keberatan dari negara lain karena dinilai berpotensi diskriminatif.

Pemerintah kemudian menggantinya dengan pola kemitraan antara ritel modern dan pelaku UMKM. Budi menilai pendekatan tersebut justru memberikan ruang yang lebih luas bagi produk lokal untuk masuk ke jaringan perdagangan modern berdasarkan kerja sama bisnis.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat akses pemasaran UMKM. Sebab, peningkatan kapasitas produksi perlu diimbangi dengan kemampuan menjangkau konsumen. Semakin luas kanal penjualan, semakin besar pula peluang produk UMKM tumbuh, terserap pasar, dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.