IEU-CEPA Dipercepat, Indonesia Bidik Perluasan Pasar Ekspor ke Eropa

0
297
Foto: Kemenko Ekon

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah mempercepat penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai bagian dari strategi memperluas akses pasar ekspor sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa.

Perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif tersebut dinilai memiliki arti penting bagi Indonesia karena dapat membuka peluang yang lebih luas bagi produk nasional untuk memasuki pasar Eropa. Selain perdagangan barang, kerja sama dalam kerangka IEU-CEPA juga diharapkan memperkuat hubungan investasi serta membangun konektivitas ekonomi yang lebih erat antara kedua kawasan.

Arahan untuk mempercepat proses penyelesaian IEU-CEPA disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat bersama sejumlah menteri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan berbagai kelengkapan dokumen IEU-CEPA dalam bahasa Inggris sebelum memasuki tahapan berikutnya di Uni Eropa.

“Tadi Bapak Presiden juga minta agar IEU-CEPA itu segera diselesaikan, karena IEU-CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa,” ujar Airlangga dalam keterangan pers usai rapat.

Setelah kelengkapan dokumen disiapkan dan disampaikan kepada pihak Uni Eropa, proses selanjutnya akan mengikuti mekanisme internal yang berlaku. Indonesia juga akan mempersiapkan tahapan ratifikasi melalui prosedur yang berlaku di dalam negeri.

Percepatan proses tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah agar kesepakatan Indonesia-Uni Eropa dapat segera memasuki tahap implementasi. Dengan semakin terbukanya akses pasar, pelaku usaha Indonesia diharapkan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperluas ekspor ke negara-negara Uni Eropa.

Selain memperluas pasar, IEU-CEPA juga memiliki arti strategis dalam meningkatkan daya saing produk Indonesia. Akses yang lebih baik ke pasar Eropa dapat menjadi peluang bagi industri nasional untuk memperluas jaringan perdagangan, meningkatkan kapasitas produksi, serta mendorong penguatan standar dan kualitas produk agar semakin kompetitif di pasar internasional.

Di sisi lain, hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa juga terus diperkuat melalui komunikasi di tingkat pemerintah. Airlangga menyampaikan bahwa Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maroš Šefčovič direncanakan berkunjung ke Indonesia. Selain itu, terdapat rencana kunjungan pimpinan Uni Eropa ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026.

“Memang dalam IEU CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisioner Maroš untuk datang ke Indonesia dan juga ada rencana dari Presiden EU untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November,” kata Airlangga.

Rangkaian komunikasi tersebut diharapkan dapat menjaga momentum penyelesaian perjanjian sekaligus memperkuat hubungan strategis Indonesia-Uni Eropa. Bagi Indonesia, kerja sama tersebut menjadi bagian dari agenda diversifikasi dan perluasan pasar ekspor di tengah dinamika perdagangan global.

Pemerintah menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat dilakukan pada semester kedua 2026. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kesepakatan tersebut diharapkan mulai diterapkan pada awal 2027.

Implementasi IEU-CEPA nantinya diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi dunia usaha, mulai dari peningkatan akses pasar, penguatan perdagangan dan investasi, hingga terbukanya peluang kerja sama ekonomi baru antara Indonesia dan negara-negara anggota Uni Eropa.

Dengan demikian, percepatan penyelesaian IEU-CEPA tidak hanya diarahkan untuk menuntaskan proses perjanjian, tetapi juga menjadi bagian dari strategi Indonesia memperkuat posisi dalam perdagangan internasional dan memperluas basis pasar bagi produk nasional.