(Vibizmedia – Nasional) Ketersediaan beras nasional diproyeksikan tetap kuat hingga pertengahan 2027. Kementerian Pertanian memperkirakan total ketersediaan beras pada 2026 mencapai 26,91 juta ton, setara dengan kebutuhan konsumsi nasional selama sekitar 10,35 bulan atau 310 hari.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, proyeksi tersebut mencakup cadangan beras pemerintah, stok yang berada di masyarakat, serta potensi produksi dari pertanaman yang masih berlangsung.
“Estimasi tersebut mencakup stok beras yang tersedia di berbagai titik, mulai dari cadangan beras pemerintah hingga stok yang berada di masyarakat dan potensi produksi dari pertanaman yang masih berlangsung,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).
Berdasarkan data Kementerian Pertanian per 15 September 2026, ketersediaan tersebut terdiri atas 4,61 juta ton stok Perum Bulog, 12,86 juta ton stok masyarakat, serta 9,44 juta ton standing crop atau potensi produksi dari pertanaman September–Desember 2026.
Dengan asumsi konsumsi sekitar 2,60 juta ton per bulan, pemerintah memperkirakan ketersediaan beras tersebut mampu menopang kebutuhan nasional hingga Juni 2027.
Kondisi ini turut didukung oleh produksi beras yang terus menguat. Produksi beras Januari–Oktober 2026 tercatat 31,41 juta ton. Sementara itu, berdasarkan data pemerintah yang diperbarui 3 September 2026, produksi beras sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional sebesar 31,21 juta ton. Artinya, terdapat potensi surplus sekitar 3,56 juta ton.
Dari sisi cadangan pemerintah, stok beras yang dikelola Bulog mencapai 4.605.301 ton per 18 September 2026. Cadangan tersebut memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus melakukan intervensi pasar apabila diperlukan.
Penguatan produksi domestik, cadangan pemerintah, dan stok masyarakat menjadi tiga penopang utama ketahanan pangan. Kombinasi ketiganya memberikan fondasi bagi pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan beras nasional hingga 2027.









