Koperasi Didorong Serap Hasil Tangkapan untuk Tingkatkan Pendapatan Nelayan

0
131
Foto: Kementerian Kopeasi

(Vibizmedia – Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan) Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan ekosistem usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pengelolaan dan operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan pesisir Tongke-Tongke, Jumat (25/9/2026).

Penandatanganan dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, bersama sejumlah pejabat dari Kementerian Keuangan serta Pemerintah Kabupaten Sinjai.

Koperasi Diintegrasikan dengan Kawasan KNMP

Ferry mengatakan pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) perlu segera diintegrasikan dengan kawasan KNMP Tongke-Tongke. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak berjalan tumpang tindih, khususnya dalam penyediaan infrastruktur fisik.

Berbagai fasilitas yang telah tersedia di kawasan kampung nelayan akan dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas koperasi. Pemerintah juga akan melengkapinya dengan fasilitas pendukung yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan aktivitas masyarakat pesisir.

Tidak hanya dari sisi fasilitas, Ferry juga menyebut koperasi akan menjadi instrumen untuk memperkuat akses permodalan bagi nelayan.

Para nelayan Tongke-Tongke yang menjadi anggota koperasi akan memperoleh kemudahan dalam mengakses pembiayaan untuk kebutuhan modal kerja.

Hasil Tangkapan Diserap Koperasi

Melalui KDKMP, hasil tangkapan nelayan nantinya dapat diserap langsung oleh koperasi. Produk perikanan tersebut selanjutnya dapat dipasarkan melalui jaringan distribusi yang lebih luas atau diolah menjadi produk turunan sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Penguatan rantai pasok tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Kabupaten Sinjai sendiri saat ini mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 11 persen, dengan sektor perikanan menjadi salah satu penopang utamanya.

KNMP Diproyeksikan Jadi Unit Usaha Strategis

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan pandangan yang sejalan. Ia memproyeksikan KNMP Tongke-Tongke dapat berkembang menjadi salah satu unit usaha strategis yang berada di bawah pengelolaan KDKMP.

Menurut Trenggono, pengelolaan dengan pendekatan manajemen berbasis korporasi secara profesional dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi nelayan.

Salah satu persoalan yang ditemukan dari hasil penyerapan aspirasi masyarakat adalah keterbatasan pasokan bahan bakar untuk mendukung aktivitas nelayan.

Pemerintah Perkuat Infrastruktur Penunjang

Pemerintah berkomitmen menjadikan persoalan bahan bakar dan berbagai kebutuhan infrastruktur pendukung lainnya sebagai bagian dari intervensi jangka panjang.

Melalui sinergi antara pemerintah dan ekosistem koperasi, berbagai kebutuhan dasar tersebut diharapkan dapat dipenuhi secara lebih terintegrasi.

Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk menjadikan KNMP Tongke-Tongke sebagai kawasan percontohan yang dapat dikembangkan dan direplikasi di wilayah pesisir lainnya di Indonesia.