Busan Hadiri G20, Perjuangkan Kepentingan Dagang Indonesia

0
131
Ilustrasi G20 (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Economy & Business) Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bertolak ke Amerika Serikat, Senin malam (28/9), untuk menghadiri G20 Trade Ministers’ Meeting (TMM) pada 30 September–1 Oktober 2026 di Milwaukee, Wisconsin.

Pertemuan tersebut menjadi forum penting bagi para menteri perdagangan negara anggota G20 untuk membahas agenda perdagangan global di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat 2026. Indonesia akan memanfaatkan forum ini untuk menyuarakan kepentingan perdagangan nasional sekaligus memperkuat dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka, adil, dan berbasis aturan.

“Partisipasi Indonesia dalam G20 TMM adalah momentum untuk menyuarakan kepentingan perdagangan nasional. Selain itu, Indonesia terus menyuarakan dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral yang adil, terbuka, dan berbasis aturan,” ujar Budi.

Dalam pertemuan tersebut, Mendag dijadwalkan menyampaikan pandangan Indonesia dalam empat agenda utama, yaitu penggunaan pangan sebagai senjata melalui tindakan perdagangan koersif, kelebihan kapasitas dan produksi struktural, prinsip Most Favored Nation (MFN), serta penghapusan kerja paksa dalam rantai pasok global.

Menurut Budi, hasil pembahasan G20 memiliki kaitan dengan arah aturan perdagangan global dan dapat berdampak terhadap kegiatan ekspor Indonesia. Karena itu, Indonesia akan mendorong agar berbagai komitmen yang dihasilkan tetap sejalan dengan ketentuan World Trade Organization (WTO) serta memberikan kepastian bagi dunia usaha.

“Kesepakatan di forum G20 ikut menentukan aturan main perdagangan global dan turut berpengaruh terhadap ekspor produk Indonesia,” tegasnya.

Selain agenda utama G20 TMM, Budi dijadwalkan bertemu komunitas Business 20 (B20) di bawah naungan Kamar Dagang Amerika Serikat. Sejumlah pertemuan bilateral dengan negara mitra dagang juga diagendakan untuk membahas penguatan hubungan perdagangan.

Budi juga akan bertemu Konsul Jenderal RI di Chicago guna membahas strategi promosi dan perluasan akses pasar bagi produk Indonesia di Amerika Serikat.

Presidensi G20 AS 2026 mengusung tema “Unleashing Economic Prosperity by Limiting the Burdens of Regulations, Unlocking Affordable Energy Options, and Pioneering New Tech and Innovation.” Pada jalur perdagangan, pembahasan telah dilakukan melalui Trade Working Group (TWG) sejak Januari 2026.

G20 terdiri atas 19 negara serta Uni Eropa dan Uni Afrika. Secara kolektif, G20 mencakup sekitar 88,5 persen PDB dunia, 75,9 persen perdagangan barang global, dan 78,7 persen populasi dunia. Indonesia sebelumnya menjadi Presidensi G20 pada 2022 dengan KTT G20 di Bali sebagai puncaknya.