Kampung Nelayan Merah Putih Pandeglang Diperkuat Sarana Pengolahan Ikan

0
95
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Cikiruhwetan Cikeusik Pandeglang Banten ( Foto: IG knmp_indonesia)

(Vibizmedia – Pandeglang) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat aktivitas usaha masyarakat pesisir di Kabupaten Pandeglang, Banten, melalui penyaluran berbagai sarana pendukung pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Bantuan tersebut terdiri atas 16 unit chest freezer, tiga paket peralatan pengolahan ikan, serta 128 unit cool box. Seluruh bantuan disalurkan kepada 32 kelompok penerima untuk mendukung proses penanganan hasil tangkapan agar kualitas ikan tetap terjaga hingga tahap pemasaran.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Cikiruhwetan, Kabupaten Pandeglang, Selasa (29/9). KNMP Cikiruhwetan merupakan salah satu unit bisnis yang berada dalam ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Perkuat Rantai Usaha dari Hulu hingga Hilir

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Pengawasan Program Prioritas dan Komunikasi Strategis TB Ardi Januar mengatakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan harus dilakukan dengan memperkuat seluruh mata rantai usaha.

Menurutnya, nelayan tidak hanya membutuhkan dukungan untuk meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga fasilitas yang memungkinkan hasil tersebut ditangani, disimpan, diolah, dan dipasarkan dengan lebih baik.

Salah satu persoalan yang masih dihadapi nelayan adalah keterbatasan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan mutu ikan sebelum sampai ke konsumen dan pada akhirnya mengurangi nilai jual.

Karena itu, pemerintah melalui berbagai program pendukung berupaya meningkatkan kemampuan masyarakat pesisir dalam mengelola hasil perikanan setelah proses penangkapan.

“Bantuan kepada nelayan harus dibangun secara menyeluruh. Tidak hanya satu bagian, tetapi seluruh rantai usaha dari hulu sampai hilir harus diperkuat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat,” ujar TB Ardi Januar dalam keterangan resminya, Rabu (30/9).

Kampung Nelayan Merah Putih Jadi Ekosistem Usaha

Penguatan fasilitas tersebut sejalan dengan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai salah satu program pemerintah untuk membangun kawasan nelayan yang lebih terpadu.

KNMP tidak hanya diarahkan sebagai kawasan tempat tinggal masyarakat nelayan, tetapi juga dikembangkan sebagai ekosistem ekonomi yang menghubungkan berbagai aktivitas perikanan dalam satu kawasan.

Sejumlah fasilitas pendukung dapat dikembangkan di dalam KNMP, mulai dari sarana penyimpanan dingin, pabrik es, sentra pendaratan ikan, hingga infrastruktur pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Dengan fasilitas tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan tidak langsung dijual dalam kondisi segar tanpa penanganan yang memadai. Ikan dapat disimpan dalam rantai dingin, diolah menjadi produk dengan nilai tambah, kemudian dipasarkan melalui jaringan usaha yang lebih luas.

KNMP juga memiliki keterkaitan dengan pengembangan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dengan demikian, kawasan nelayan dapat memiliki aktivitas usaha yang lebih terorganisasi dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai unit bisnis berbasis potensi lokal.

“Yang perlu dijaga adalah bagaimana ekonomi masyarakat terus bergerak, warga mendapatkan pekerjaan, dan nilai tukar nelayan dapat meningkat,” kata TB Ardi Januar.

Jaga Mutu hingga Perluas Pasar

Direktur Prasarana dan Sarana Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Achmad Al Farisi mengatakan penyediaan fasilitas pengolahan dan penyimpanan menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing produk perikanan.

Menurut dia, karakteristik ikan yang mudah mengalami penurunan mutu membuat penanganan pascapanen menjadi faktor penting dalam menentukan nilai ekonomi produk.

Karena itu, proses pengelolaan perlu diperhatikan sejak ikan ditangkap atau dipanen, kemudian melalui tahapan penyimpanan, pengolahan, hingga pemasaran.

“Produk perikanan merupakan komoditas yang mudah mengalami penurunan mutu apabila tidak ditangani dengan baik. Proses sejak ikan ditangkap atau dipanen, kemudian pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran menjadi faktor penting yang menentukan nilai ekonomi produk,” ujar Faris.

Kehadiran chest freezer dan cool box diharapkan dapat membantu mempertahankan suhu serta mutu ikan, sedangkan peralatan pengolahan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk perikanan yang memiliki umur simpan lebih panjang dan nilai jual lebih tinggi.

Dengan demikian, dukungan sarana tidak hanya berfungsi untuk mengurangi potensi kerusakan hasil tangkapan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk olahan dan memperluas pasar.

Pemprov Banten Dukung Penguatan Nelayan

Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi dukungan KKP terhadap masyarakat kelautan dan perikanan di wilayahnya.

Menurutnya, nelayan Banten pada dasarnya telah memiliki kemampuan dan pengalaman dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan. Namun, optimalisasi hasil usaha membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, terutama pada tahap setelah ikan ditangkap.

Fasilitas penyimpanan dan pengolahan dinilai dapat membantu nelayan mempertahankan kualitas hasil tangkapan sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.

“Dukungan pemerintah diperlukan agar hasil tangkapan nelayan dapat dikelola dengan baik sehingga nilainya meningkat dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Andra Soni.

Penguatan fasilitas perikanan di Pandeglang melalui bantuan KKP dan pengembangan KNMP diharapkan dapat membentuk rantai usaha yang lebih kuat, mulai dari penangkapan, penyimpanan, pengolahan, hingga pemasaran. Dengan ekosistem tersebut, masyarakat nelayan tidak hanya berperan sebagai produsen hasil tangkapan, tetapi juga dapat memperoleh nilai tambah dari proses pengolahan dan pengembangan usaha di kawasan pesisir.