Business Matching Buka Peluang Ekspor Produk Indonesia ke Spanyol

0
68
Ilustrasi Business Matching di Madrid - Spanyol (Foto: lanacion.com)

(Vibizmedia – Industry) Pasar Spanyol membuka peluang baru bagi beragam produk Indonesia, mulai dari briket biomassa, limbah jaring ikan, hingga makanan olahan berbasis buah, sayur, dan tempe. Peluang tersebut terungkap melalui tiga kegiatan business matching yang difasilitasi Atase Perdagangan (Atdag) RI Madrid sepanjang Juli–September 2026.

Tercatat ada potensi transaksi mencapai USD 2,31 juta atau sekitar Rp41,35 miliar. Sejumlah calon buyer Spanyol menunjukkan ketertarikan terhadap produk Indonesia dengan spesifikasi yang beragam.

Atdag RI Madrid Ratnaningsih Hidayati mengatakan, pihaknya akan memastikan komunikasi antara eksportir dan calon buyer terus berlanjut hingga potensi transaksi dapat direalisasikan.

“Perwakilan perdagangan RI di Spanyol berkomitmen untuk mempertemukan kebutuhan calon buyer dengan spesifikasi produk yang ditawarkan eksportir Indonesia,” ujar Ratna.

Tiga calon buyer yang menunjukkan minat antara lain Manuel Oroz untuk briket serbuk kayu heksagonal bagi kebutuhan restoran profesional. Produk tersebut akan disesuaikan dengan sejumlah spesifikasi, termasuk nilai kalori, fixed carbon, dan ukuran.

Buyer lainnya, Recycling Fibers, tertarik pada limbah jaring ikan berbahan nilon 6 untuk diolah menjadi pelet nilon 6. Sementara Desarollos GFJ menjajaki produk olahan buah dan sayur Indonesia.

Dari sisi eksportir, produk yang ditawarkan cukup beragam. Sektor biomassa dan daur ulang diwakili antara lain Charcoal Experience, Java Charcoal, dan Aruna. Produk makanan mencakup keripik buah dan sayur, produk freeze-dried, bubuk buah, smoothie, serta berbagai varian keripik tempe dan umbi yang ditawarkan PT Export Tani Nusantara, PT Frootful, AgriTek/PT Menara Pangan Desa, dan Kultiva Co.

Direktur PT Menara Pangan Desa Richardo Petricius mengapresiasi fasilitasi pemerintah karena membuka akses bagi pelaku usaha Indonesia ke pasar Eropa.

Ratna menambahkan, tindak lanjut akan mencakup pemenuhan spesifikasi teknis, komunikasi bisnis, hingga pembahasan biaya logistik.

Peluang tersebut sejalan dengan hubungan perdagangan kedua negara. Pada Januari–Juli 2026, total perdagangan Indonesia–Spanyol mencapai USD 1,67 miliar, dengan ekspor Indonesia USD 1,06 miliar dan impor USD 610,7 juta. Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD 450,8 juta.