Pasar Wiwitan di SCBD Park Perluas Akses Pasar Produk Kreatif Lokal

0
1900
Pasar Wiwitan, SCBD Park (Foto: Kemenekraf)

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar terus mendorong perluasan akses pasar bagi produk kreatif Indonesia melalui The Local Market ID: Pasar Wiwitan yang digelar di SCBD Park, Jakarta.

Ajang yang berlangsung secara rutin pada akhir pekan pertama setiap bulan tersebut menjadi ruang pertemuan antara pelaku ekonomi kreatif dari berbagai daerah dengan konsumen perkotaan. Tidak hanya menawarkan produk lokal, Pasar Wiwitan juga memberikan kesempatan kepada para kreator dan pelaku usaha untuk memperkenalkan identitas, cerita, serta nilai yang terkandung di balik produk mereka.

Saat mengunjungi salah satu stan The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD Park, Sabtu (3/10/2026), Irene mengatakan keberadaan ruang seperti ini penting bagi para pelaku ekonomi kreatif yang membutuhkan panggung untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

“Para pejuang ekonomi kreatif selalu membutuhkan sebuah panggung atau ruang untuk memperlihatkan karya dan produk kreatif yang sudah mereka kreasikan. Di The Local Market SCBD setiap subsektor ekonomi kreatif bisa mendapat tempat untuk memperlihatkan ada apa saja di Indonesia,” ujar Irene.

Bukan Sekadar Tempat Berjualan

Menurut Irene, The Local Market ID tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu, Pasar Wiwitan dirancang sebagai ruang interaksi yang memungkinkan konsumen mengenal langsung proses kreatif, bahan, filosofi, hingga cerita di balik sebuah produk.

Interaksi langsung tersebut dinilai penting untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk dalam negeri sekaligus memperkuat nilai tambah ekonomi kreatif.

“Setiap produk yang dibuat dari hati dan cinta kreator ke dalam produknya tentu punya storytelling. Sudah seharusnya kita terus mendukung produk-produk lokal asli Indonesia. Dengan demikian semakin banyak produk lokal berkualitas yang memperoleh akses pasar dan dikenal lebih luas,” kata Irene.

Konsep tersebut membuat Pasar Wiwitan tidak berhenti pada aktivitas jual beli. Para pengunjung juga dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai keberagaman produk kreatif Indonesia yang berasal dari berbagai daerah dan subsektor.

Dengan menghadirkan produk secara langsung di kawasan komersial seperti SCBD, pelaku usaha daerah juga memiliki kesempatan untuk menguji respons konsumen, membangun jaringan, memperoleh pelanggan baru, sekaligus melihat peluang pengembangan produk.

Membawa Produk Daerah ke Pasar Jakarta

Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat keikutsertaan dalam The Local Market ID adalah Meliponini Honey dari Belitung. Usaha yang dikelola Mail Chen tersebut mengembangkan produk madu dan propolis yang berasal dari budidaya lebah tanpa sengat atau stingless bee.

Meliponini Honey mengintegrasikan potensi subsektor kuliner dengan produk herbal berbasis sumber daya lokal. Budidaya lebah dilakukan sendiri di Belitung sehingga produk yang dipasarkan memiliki keterkaitan langsung dengan ekosistem dan kekayaan hayati daerah asalnya.

“Produk kami adalah madu dan propolis dari lebah yang tidak ada sengatnya. Kami punya budidaya sendiri di Belitung. Ini adalah lebah lokal Indonesia yang menghasilkan madu dan propolis,” ujar Mail Chen.

Keikutsertaan Meliponini Honey di Pasar Wiwitan telah memasuki bulan ketiga. Selama periode tersebut, produk mereka mendapat respons positif dari konsumen Jakarta.

Produk dengan harga sekitar Rp115.000 hingga Rp450.000 tersebut menyasar masyarakat yang mencari produk herbal dan alami. Menariknya, Meliponini Honey tidak hanya membawa produk jadi, tetapi juga menghadirkan sarang dan lebah hidup di lokasi acara.

Kehadiran tersebut menjadi bagian dari pendekatan edukatif untuk memperkenalkan kepada pengunjung mengenai lebah tanpa sengat, proses budidayanya, serta bagaimana madu dan propolis dihasilkan.

Bagi Mail Chen, kesempatan tampil secara langsung di Jakarta membuka peluang yang lebih luas bagi produk daerah untuk dikenal konsumen di luar wilayah asalnya.

“Harapan kami, keluarga-keluarga Indonesia bisa mendapatkan produk-produk herbal dan alami yang membantu menjaga kesehatan keluarga melalui produk lokal Indonesia. Tidak perlu selalu menggunakan barang impor,” tuturnya.

Menghubungkan Kreativitas, Budaya dan Pasar

The Local Market ID: Pasar Wiwitan juga memiliki karakter yang berbeda dari pasar produk kreatif pada umumnya karena memadukan aktivitas perdagangan dengan pertunjukan seni dan budaya.

Setiap penyelenggaraan tidak hanya menghadirkan berbagai produk lokal, tetapi juga memberikan ruang bagi subsektor seni pertunjukan. Pengunjung dapat menikmati tarian daerah, gending karawitan, musik angklung hingga pertunjukan wayang kulit.

Kehadiran seni pertunjukan tersebut memperkuat konsep Pasar Wiwitan sebagai ruang yang mempertemukan produk, kreativitas, budaya, dan masyarakat dalam satu pengalaman.

Dengan demikian, pengunjung tidak sekadar datang untuk berbelanja, tetapi juga dapat mengenal kekayaan budaya dan kreativitas dari berbagai daerah di Indonesia.

Digelar Rutin Setiap Awal Bulan

The Local Market ID: Pasar Wiwitan di SCBD Park dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan pertama setiap bulan. Kegiatan dimulai pada Sabtu pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga Minggu pukul 21.00 WIB.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif berharap ruang seperti ini dapat semakin mempertemukan produk kreatif daerah dengan pasar yang lebih luas. Bagi pelaku usaha, kehadiran di ruang publik dan kawasan komersial strategis menjadi kesempatan untuk meningkatkan visibilitas sekaligus membangun hubungan langsung dengan konsumen.

Pasar Wiwitan pada akhirnya menjadi salah satu bentuk penguatan ekosistem ekonomi kreatif dari sisi hilir. Kreator dan pelaku usaha tidak hanya didorong untuk menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mendapatkan ruang untuk menguji pasar, membangun merek, memperluas jaringan, dan mengubah cerita lokal menjadi nilai ekonomi.

Melalui pendekatan tersebut, produk kreatif dari berbagai daerah diharapkan tidak hanya dikenal di wilayah asalnya, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas dan menjadi bagian dari pilihan masyarakat Indonesia.