STARLUX Airlines Buka Rute Taipei–Bali, Perkuat Akses Wisatawan Taiwan ke Indonesia

0
146
Foto: Kemenpar

(Vibizmedia – Denpasar, Bali) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut positif langkah STARLUX Airlines membuka penerbangan langsung Taipei–Denpasar mulai 1 Oktober 2026. Kehadiran rute baru ini dinilai semakin memperkuat konektivitas udara antara Taiwan dan Indonesia sekaligus membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Taiwan ke Bali dan berbagai destinasi lainnya di Tanah Air.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan konektivitas udara menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan aksesibilitas destinasi sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar internasional.

“Konektivitas merupakan kunci dalam memperluas aksesibilitas dan meningkatkan daya saing destinasi unggulan di mata dunia, terlebih penerbangan langsung dari Taiwan ke Bali memang telah dinantikan,” ujar Made dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Penerbangan perdana STARLUX Airlines berlangsung pada Kamis (1/10) dari Bandar Udara Internasional Taoyuan, Taipei, menuju Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Pesawat berkapasitas 188 penumpang tersebut berangkat dari Taipei pada pukul 10.10 waktu setempat dan tiba di Bali pukul 15.40 WITA.

Lima Kali Seminggu

Layanan penerbangan langsung Taipei–Denpasar tersebut dioperasikan sebanyak lima kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Selasa, Kamis, Jumat, dan Minggu. Jadwal ini berlaku untuk penerbangan pergi-pulang (PP).

Untuk penerbangan JX765, pesawat berangkat dari Taipei Taoyuan International Airport (TPE) pukul 10.10 waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar (DPS) pukul 15.40 WITA.

Sementara penerbangan balik dengan nomor JX766 berangkat dari Denpasar pada pukul 17.20 WITA dan tiba di Taipei pada pukul 22.50 waktu setempat. Seluruh waktu tersebut merupakan waktu lokal di masing-masing bandara.

Dengan durasi penerbangan sekitar lima setengah jam, jadwal tersebut memberikan pilihan penerbangan langsung bagi wisatawan Taiwan yang ingin berlibur ke Bali maupun bagi wisatawan dari Indonesia yang hendak melakukan perjalanan ke Taiwan.

STARLUX menggunakan Airbus A321neo berkapasitas 188 kursi untuk rute tersebut. Kehadiran pesawat berbadan sempit generasi baru ini sekaligus memperluas pilihan perjalanan antara kedua destinasi.

Memperluas Jaringan STARLUX di Indonesia

Pembukaan rute Taipei–Denpasar menjadi langkah lanjutan ekspansi STARLUX di Indonesia. Sebelumnya, maskapai asal Taiwan tersebut telah melayani rute Taipei–Jakarta sejak 2024. Dengan masuknya Bali sebagai destinasi kedua, jaringan STARLUX di Indonesia semakin luas.

Kehadiran penerbangan langsung ini juga dinilai strategis karena Bali merupakan salah satu destinasi wisata utama Indonesia sekaligus pintu masuk bagi wisatawan mancanegara untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah lainnya di Tanah Air.

Kunjungan Wisatawan Taiwan Meningkat

Pembukaan rute baru tersebut sejalan dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan Taiwan ke Indonesia. Kemenpar mencatat, sepanjang Januari hingga Juli 2026 terdapat 130.421 kunjungan wisatawan Taiwan, meningkat 7,74 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 121.049 kunjungan.

Kemenpar melihat Taiwan sebagai salah satu pasar potensial dengan minat terhadap beragam pengalaman wisata Indonesia, termasuk wisata alam serta wisata minat khusus seperti wellness, marine, dan gastronomy.

Dengan bertambahnya pilihan penerbangan langsung, akses wisatawan Taiwan ke Bali diharapkan semakin mudah. Pada saat yang sama, Bali dapat menjadi titik awal bagi wisatawan untuk mengenal destinasi lain, termasuk kekayaan budaya, kuliner, ekonomi kreatif, serta berbagai produk lokal Indonesia.

Kemenpar berharap peningkatan konektivitas tersebut tidak hanya berdampak pada pertumbuhan jumlah wisatawan, tetapi juga memperkuat ekosistem pariwisata, membuka peluang investasi, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Arif Sulistiyo juga menilai rute Taipei–Bali berpotensi menciptakan multiplier effect bagi berbagai sektor, mulai dari perhotelan hingga UMKM.

Konektivitas langsung antara Taipei dan Denpasar pada akhirnya diharapkan menjadi jembatan yang semakin mempererat hubungan Indonesia dan Taiwan melalui pariwisata, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan Taiwan untuk menikmati alam, budaya, kuliner, kreativitas, dan keberagaman Indonesia.