TEI 2026 Hadirkan Zona KoTeKa, Kopi, Teh, dan Kakao Indonesia Siap Mendunia

0
172
Biji Kopi
Ilustrasi biji kopi. FOTO: FREEPIK

(Vibizmedia – Commodity) Kopi, teh, dan kakao Indonesia akan tampil dalam satu panggung bisnis di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, 14–18 Oktober 2026.

Untuk pertama kalinya, tiga komoditas perkebunan unggulan tersebut akan terintegrasi dalam Zona Kopi, Teh, dan Kakao (KoTeKa) di Hall 3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026.

Penggabungan ketiga komoditas ini dirancang untuk memudahkan buyer mancanegara menemukan produk sesuai kebutuhan sekaligus mempercepat penjajakan bisnis. “Melalui pengelompokan zona ini, kami ingin memastikan buyer internasional lebih mudah menemukan produk sesuai kebutuhan mereka,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi.

Sebanyak 20 pelaku usaha hasil kurasi difasilitasi Kemendag dalam Zona KoTeKa yang terbagi menjadi Paviliun Kopi dan Teh seluas 108 m² serta Paviliun Kakao seluas 54 m². Zona ini menjadi bagian dari Food, Beverage, and Agriculture Products yang merupakan area dengan jumlah ekshibitor terbesar di TEI 2026, mencapai 754 ekshibitor.

Pada Paviliun Kopi, pelaku usaha dari Aceh, Sumatra Utara, Jawa Timur, dan Lampung membawa keberagaman karakter kopi Indonesia melalui konsep “Coffee from Indonesia to the World”.

Sektor teh menghadirkan empat pelaku usaha, yakni PT Havelindo Vita Lestari, PT Bukit Sari, PT Arafa Arinaya Asia, dan PT Induk Prima Makmur. Segmen teh hijau dan specialty tea dinilai memiliki peluang seiring meningkatnya permintaan global.

Paviliun Kakao menampilkan produk dari hulu hingga hilir, termasuk cokelat artisan, dengan enam ekshibitor dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.

Zona KoTeKa juga menjadi ruang interaksi bisnis melalui Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke-18, seminar, dan lokakarya pada 14–15 Oktober 2026.

Potensi ekspornya pun kuat. Pada 2025, ekspor kopi Indonesia mencapai USD2,51 miliar dengan volume 510.759 ton, sedangkan ekspor kakao mencapai USD3,50 miliar. Capaian tersebut memperkuat posisi kedua komoditas sebagai produk strategis Indonesia di pasar global.

Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 menempatkan Zona KoTeKa sebagai salah satu pintu untuk mempertemukan kualitas komoditas Indonesia dengan kebutuhan buyer dunia.