Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, SUGBK Akhiri Penantian 39 Tahun

0
119
Foto: Info Publik

(Vibizmedia – Jakarta) Tim Nasional Indonesia mencatat sejarah baru dengan menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menundukkan Thailand melalui drama adu penalti pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Pertandingan berlangsung dramatis. Indonesia dan Thailand bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu, sebelum skuad Garuda akhirnya memastikan kemenangan 4-2 melalui adu penalti. Kiper Emil Audero menjadi salah satu penentu keberhasilan Indonesia setelah menggagalkan salah satu eksekusi penalti Thailand.

Kemenangan tersebut terasa semakin istimewa karena diraih di hadapan puluhan ribu pendukung Merah Putih. Sebanyak 67.000 tiket final dilaporkan terjual habis, mencerminkan tingginya antusiasme publik terhadap perjalanan Timnas Indonesia dalam turnamen perdana tersebut.

Drama Final hingga Adu Penalti

Indonesia sempat membuka keunggulan melalui Dean James pada menit ke-84. Namun, keunggulan itu hanya bertahan beberapa menit setelah Thailand menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron pada menit ke-87.

Pertandingan kemudian berlanjut ke babak tambahan. Thailand bahkan sempat berbalik unggul lewat gol Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111. Indonesia kembali menunjukkan daya juangnya dan berhasil menyamakan kedudukan melalui Elkan Baggott pada menit ke-116, sehingga laga harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam babak tos-tosan, Indonesia mencetak empat gol dari lima kesempatan, sementara Thailand hanya mampu mengonversi dua penalti. Kegagalan Sarach Yooyen dan penyelamatan Emil Audero terhadap eksekusi Nattapong Sayriya memastikan trofi pertama FIFA ASEAN Cup menjadi milik Indonesia.

Kemenangan tersebut sekaligus memutus catatan panjang Indonesia dalam menghadapi Thailand. FIFA mencatat Indonesia harus menunggu delapan pertandingan atau sekitar 10 tahun untuk kembali mengalahkan Thailand, dan kemenangan itu datang pada momen paling menentukan.

Perjalanan Menuju Final

Indonesia tampil sebagai tuan rumah dalam edisi perdana FIFA ASEAN Cup, turnamen baru FIFA yang mempertemukan negara-negara ASEAN dan sejumlah tim tamu.

Turnamen perdana tersebut berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026 dengan melibatkan 14 negara, termasuk seluruh 11 anggota ASEAN dan tiga negara tamu. Kompetisi dibagi menjadi FIFA ASEAN Cup di Indonesia serta FIFA ASEAN Challenge Cup di Hong Kong, China. Untuk turnamen utama di Indonesia, pertandingan digelar di Jakarta dan Bandung.

Indonesia berada di Grup A Divisi 1 bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Skuad Garuda membuka kiprah dengan kemenangan 2-0 atas Singapura melalui gol Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny.

Perjalanan Indonesia kemudian mencapai puncaknya pada laga terakhir fase grup. Garuda mengalahkan Bangladesh dengan skor telak 9-2, dengan Mitchell Baker mencetak lima gol. Hasil tersebut membantu Indonesia mengungguli Malaysia dalam produktivitas gol dan memastikan tiket ke final.

Di partai puncak, Indonesia akhirnya berhadapan dengan Thailand yang menjadi pemuncak Grup B. Pertemuan dua kekuatan sepak bola Asia Tenggara tersebut kemudian menjadi final perdana dalam sejarah FIFA ASEAN Cup.

Mengakhiri Penantian Panjang di SUGBK

Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki makna khusus bagi sepak bola Indonesia karena SUGBK kembali menjadi panggung kemenangan dalam laga final setelah penantian panjang.

Terakhir kali Timnas Indonesia meraih gelar juara dalam pertandingan final di stadion tersebut terjadi pada SEA Games 1987. Saat itu, Indonesia mengalahkan Malaysia 1-0 melalui gol Ribut Waidi pada babak perpanjangan waktu dan meraih medali emas.

Setelah itu, sejumlah final yang berlangsung di SUGBK belum memberikan gelar bagi Timnas Indonesia. Pada SEA Games 1997, Indonesia kalah dari Thailand melalui adu penalti. Thailand kembali menjadi penghalang pada final Piala Tiger 2002 setelah pertandingan 2-2 selama waktu normal dan tambahan waktu, sebelum Indonesia kalah melalui adu penalti.

Indonesia juga gagal mengangkat trofi pada Piala AFF 2010 setelah kalah agregat 2-4 dari Malaysia dalam final dua leg. Setahun kemudian, pada SEA Games 2011, Indonesia kembali menjadi runner-up setelah kalah dari Malaysia melalui adu penalti.

Rangkaian hasil tersebut membuat keberhasilan mengalahkan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki arti tersendiri. Indonesia bukan hanya merebut trofi perdana turnamen, tetapi juga mengakhiri penantian panjang untuk menjadi juara dalam pertandingan final di SUGBK.

Panggung Baru Sepak Bola ASEAN

FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi bagian dari langkah baru dalam pengembangan sepak bola kawasan. FIFA menyebut edisi perdana turnamen ini menghadirkan 14 tim dan dirancang untuk memberikan kompetisi internasional yang lebih terstruktur sekaligus memperkuat koneksi sepak bola di kawasan Asia Tenggara.

Bagi Indonesia, keberhasilan menjadi tuan rumah sekaligus keluar sebagai juara memberikan momentum tersendiri. Selain mengangkat trofi di hadapan publik sendiri, skuad Garuda berhasil melewati perjalanan yang penuh tekanan hingga mencapai partai puncak.

Presiden RI Prabowo Subianto yang menyaksikan langsung laga final mengaku bangga dengan perjuangan para pemain. Menurutnya, semangat untuk terus berjuang hingga pertandingan berakhir menjadi salah satu nilai penting yang ditunjukkan skuad Garuda.

“Ya, kita gembira, kita bersyukur, kita bangga perjuangan tim kita, ya. Mereka tidak menyerah sampai detik-detik terakhir,” kata Prabowo seusai pertandingan di SUGBK, Senin (5/10/2026).

Prabowo juga menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya semangat pantang menyerah dalam mengejar prestasi.

“Saya kira membanggakan, dan ini contoh ya, contoh semangat tidak mengenal menyerah. Dan kita bisa berhasil, dan ini mungkin pertama kali dalam sejarah ya, kita menang pertandingan FIFA antarbangsa,” ujarnya.

Kemenangan tersebut sekaligus membuka babak baru bagi sepak bola Indonesia. Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan pemain, pengembangan talenta muda, serta meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level regional dan internasional.

Setelah 39 tahun, SUGBK akhirnya kembali menjadi panggung kemenangan Timnas Indonesia dalam laga final. Kali ini, sejarah tersebut ditulis melalui trofi perdana FIFA ASEAN Cup, setelah Garuda melewati drama 120 menit dan adu penalti untuk menaklukkan Thailand di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri.