Tahan Goncangan Geopolitik Global, Cadangan Devisa RI Tetap Kokoh di Angka USD 146,3 Miliar

0
85
Bank Indonesia
DOK: BANK INDONESIA

(Vibizmedia-Nasional) Di tengah meningkatnya tensi konflik geopolitik global, ketahanan ekonomi Indonesia terbukti tetap solid. Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 masih berada di level yang relatif kuat, yakni mencapai US$146,3 miliar.

Posisi ini tergolong stabil dan hanya mengalami sedikit penurunan jika dibandingkan dengan posisi pada akhir Agustus 2026 yang sebesar US$146,5 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa posisi cadangan devisa saat ini sangat memadai untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional.

“Posisi relatif stabil apabila dibandingkan dengan posisi pada akhir Agustus 2026, yang berjumlah sebesar 146,5 miliar dolar AS,” ujar Ramdan secara daring, Rabu (7/10/2026).

Ramdan menjelaskan, dinamika posisi cadangan devisa pada September 2026 dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta langkah intervensi BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tambahnya.

Secara teknis, angka US$146,3 miliar tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor (atau 5,2 bulan impor jika memperhitungkan pembayaran utang luar negeri pemerintah). Capaian ini berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang menetapkan batas aman sekitar 3 bulan impor.

Ke depan, Bank Indonesia optimistis ketahanan sektor eksternal Indonesia akan terus terjaga. Keyakinan ini didukung oleh aliran masuk modal asing yang konsisten seiring tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.

“Kami akan terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian,” tutup Ramdan.