(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menuntaskan pemulihan infrastruktur vital pascagempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga 5 Oktober 2026, sebanyak 1.024 infrastruktur terdampak di delapan kabupaten/kota di Pulau Flores telah ditangani. Pemulihan pada sektor konektivitas serta sumber daya air dipastikan telah mencapai angka 100 persen.
Kementerian PU menegaskan bahwa seluruh proses rekonstruksi mengusung prinsip build back better. Pendekatan ini bertujuan agar bangunan yang didirikan kembali memiliki kualitas lebih baik, aman, dan tangguh terhadap potensi bencana di masa depan.
Penanganan infrastruktur difokuskan pada perkuatan bangunan agar mampu menyesuaikan diri dengan kondisi alam Pulau Flores yang merupakan daerah rawan gempa.
Di sektor konektivitas, penanganan 20 ruas jalan terdampak—yang mencakup 89 titik longsor dan lima patahan—kini sudah kembali fungsional. Selain itu, 14 jembatan beserta sejumlah duiker yang sempat terganggu telah beroperasi normal.
Capaian penuh 100 persen juga dicatatkan pada sektor sumber daya air. Kementerian PU telah memverifikasi fungsi dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, 15 sumur air baku, dua embung, empat pengaman pantai, serta dua infrastruktur sungai untuk menjamin pasokan air masyarakat.
Sementara itu, pemulihan layanan dasar di sektor Cipta Karya dan prasarana strategis terus digenjot:
– Sektor Cipta Karya: Dari 93 SPAM teridentifikasi, 64 telah diverifikasi. Sebanyak 86 dari 129 gedung serta 6 dari 10 prasarana sanitasi juga telah selesai diverifikasi. Penanganan di sembilan kawasan strategis telah mencapai 100 persen.
– Bantuan Tanggap Darurat: Dari 131 unit sarana darurat, 88 unit telah didistribusikan ke lokasi bencana, meliputi 15 mobil tangki air, 46 hidran umum, 18 velbed, dua toilet portabel, dua mobil vakum tinja, tiga tenda, satu biority, dan satu dump truck.
Prasarana Strategis: Sebanyak 644 dari 651 infrastruktur telah diverifikasi, mencakup 300 fasilitas peribadatan, 112 fasilitas pendidikan, dan 238 fasilitas kesehatan. Sebanyak 146 titik telah dibersihkan dan 59 bangunan rusak ringan telah selesai diperbaiki.
Langkah percepatan ini berpedoman pada Visi PU 608 untuk memastikan infrastruktur tidak hanya kembali berfungsi, tetapi juga memberikan manfaat nyata serta mendukung pemulihan ekonomi masyarakat NTT.









