(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi penerapan Smart Posyandu di Jakarta yang memanfaatkan teknologi digital dalam pelayanan pemeriksaan kesehatan balita. Inovasi tersebut dinilai mampu mempercepat pencatatan hasil pemeriksaan sekaligus memberikan kemudahan bagi orang tua dalam memantau pertumbuhan anak.
Apresiasi itu disampaikan Budi saat meninjau langsung Posyandu Flamboyan 5 di Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menkes melihat penggunaan sistem digital dalam proses pemeriksaan dan pencatatan kondisi kesehatan balita.
Salah satu fitur yang menjadi perhatian Budi adalah digitalisasi pengukuran antropometri, terutama berat badan serta tinggi atau panjang badan anak. Peralatan yang digunakan telah dilengkapi konektivitas Bluetooth sehingga hasil pengukuran dapat dikirimkan langsung ke sistem digital tanpa harus dicatat kembali secara manual oleh kader.
“Data yang sangat bagus terutama karena ada digitalisasi dari pengukuran tinggi badan dan berat badan dari bayi,” ujar Budi.
Menurutnya, mekanisme tersebut dapat memangkas pekerjaan administratif yang selama ini harus dilakukan secara manual. Data hasil pengukuran dapat langsung masuk ke sistem sehingga petugas Puskesmas tidak perlu melakukan entri ulang.
“Seluruh petugas tidak usah menulis secara manual karena data entry-nya langsung masuk ke sistem. Jadi saya luar biasa,” katanya.
Selain meningkatkan efisiensi pelayanan, digitalisasi pencatatan juga dapat membantu menghasilkan data pertumbuhan anak yang lebih terstruktur dan mudah ditelusuri. Data tersebut menjadi penting untuk mendukung pemantauan pertumbuhan balita secara berkala serta membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Budi berharap implementasi Smart Posyandu di Jakarta dapat menjadi model yang dapat diterapkan dan dikembangkan di daerah lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Nanti saya minta bisa jadi contoh ke daerah-daerah,” ujar Menkes.
Kurangi Beban Administrasi Kader
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan Smart Posyandu dirancang untuk mendigitalisasi berbagai aktivitas pelayanan Posyandu. Penerapan teknologi diharapkan membuat alur pelayanan lebih sederhana sehingga kader dapat lebih banyak mencurahkan waktu untuk berinteraksi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Yang paling penting adalah prosesnya menjadi lebih simpel. Ibu-ibu kader betul-betul bisa menjalankan fungsinya sebagai kader dan tidak dibebani oleh kegiatan-kegiatan administrasi,” kata Ani.
Sistem digital tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi petugas. Orang tua juga memperoleh akses yang lebih mudah terhadap informasi mengenai pertumbuhan anak.
Hasil pengukuran berat dan tinggi badan dapat ditampilkan dalam bentuk grafik pertumbuhan. Penyajian tersebut memungkinkan orang tua melihat perkembangan anak dari waktu ke waktu sekaligus mengetahui apakah pertumbuhannya berada dalam kondisi yang sesuai atau memerlukan perhatian.
Apabila ditemukan kondisi tertentu, misalnya berat badan anak berada di bawah kondisi yang diharapkan, informasi tersebut dapat menjadi perhatian bagi orang tua dan tenaga kesehatan untuk melakukan pemantauan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan juga dapat dikirimkan langsung kepada orang tua melalui WhatsApp. Dengan demikian, informasi kesehatan anak tidak hanya berhenti pada saat pelayanan Posyandu berlangsung, tetapi dapat menjadi bagian dari pemantauan pertumbuhan anak secara berkelanjutan di rumah.
Orang Tua Diminta Rutin ke Posyandu
Ani menekankan bahwa digitalisasi tidak menggantikan pentingnya kehadiran orang tua dan anak di Posyandu. Pemeriksaan secara rutin tetap diperlukan agar perubahan pertumbuhan maupun perkembangan anak dapat diketahui sejak dini.
Ia pun mengimbau para orang tua untuk membawa anak ke Posyandu secara berkala setiap bulan.
“Jangan sampai bolos. Setiap bulan minimal harus hadir,” ujarnya.
Dengan integrasi teknologi digital, Smart Posyandu diharapkan dapat membangun sistem pemantauan kesehatan balita yang lebih efisien dan berkesinambungan. Data yang diperoleh dari pemeriksaan rutin juga dapat menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan primer sekaligus mendukung upaya pemerintah mendeteksi lebih dini berbagai persoalan pertumbuhan anak.









